CIREBON — Kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan pabrik cat di Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. Seorang pekerja bernama Imam Hanafi, warga Desa Pengarengan, menjadi korban saat terlibat dalam pembangunan proyek tersebut. Minggu (5/4/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban mengalami luka cukup parah hingga harus menjalani tindakan operasi di rumah sakit.
Ironisnya, biaya pengobatan disebut ditanggung secara pribadi oleh korban tanpa bantuan dari pihak perusahaan maupun kontraktor, bahkan tanpa menggunakan BPJS Ketenagakerjaan.
Ketua Karang Taruna Pangenan, Safiq Ahmad Riadi, menyayangkan insiden tersebut. Ia menilai kecelakaan kerja yang terjadi menjadi catatan serius terkait lemahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lapangan.
“Ini menjadi warning bagi perusahaan maupun kontraktor. Jangan sampai dalam bekerja mengabaikan aspek keselamatan. Kejadian ini menunjukkan adanya dugaan kelalaian,” ujarnya.
Safiq menjelaskan, kasus tersebut berakhir damai antara korban dan pihak kontraktor. Namun, perdamaian itu diduga dipengaruhi adanya hubungan kekeluargaan antara korban dengan mandor proyek yang disebut merupakan calon iparnya.
“Karena ada hubungan saudara, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi ini tetap jadi persoalan serius. Keselamatan kerja tidak boleh dikompromikan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan adanya dugaan tekanan dari pihak kontraktor melalui mandor agar korban tidak memperbesar persoalan tersebut.
Bahkan, disebutkan ada imbauan agar kejadian tersebut tidak disampaikan kepada pihak luar, termasuk media.
“Kalau memang tidak ada yang salah, seharusnya tidak perlu melarang atau menutup-nutupi informasi. Ini justru menimbulkan tanda tanya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Safiq yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Ormas XTC Kabupaten Cirebon serta aktif di PMII, menyatakan akan melaporkan kejadian ini ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon dalam waktu dekat.
“Kami akan segera mengadukan hal ini ke Disnakertrans. Jangan sampai kejadian serupa terulang, khususnya di wilayah Cirebon Timur,” katanya.
Ia menekankan pentingnya profesionalitas dalam perekrutan tenaga kerja serta penerapan standar keselamatan kerja yang ketat oleh pihak kontraktor maupun perusahaan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, saat dikonfirmaai, pihak kontraktor yang bertindak sebagai mandor proyek belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.



















