banner 728x250

Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Kanci–Sindanglaut, Camat: Kerusakan Dipicu Drainase dan Bangunan Liar

20260228 155501 scaled
banner 120x600
banner 468x60

CIREBON – Aksi warga Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, yang menanam pohon pisang di tengah ruas Jalan Kanci–Sindanglaut sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan, mendapat tanggapan dari pihak kecamatan, Sabtu (28/2/2026).

Camat Astanajapura, Deni Syafruddin, menjelaskan bahwa perbaikan jalan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan.

banner 325x300

Namun, kerusakan kembali terjadi akibat persoalan drainase yang tidak berfungsi optimal serta keberadaan bangunan liar di kanan dan kiri jalan.

“Sebenernya jalan itu sudah diperbaiki berulang kali. Tapi kembali rusak karena tidak adanya jalan air yang terhalang bangunan liar di kanan dan kiri jalan. Bisa dilihat juga adanya pembangunan bahu jalan secara ilegal sehingga permukaan jalan lebih rendah dari bahu jalan itu sendiri,” ujarnya.

Menurut Deni, kondisi tersebut membuat air hujan tidak mengalir dengan baik dan justru menggenangi badan jalan.

Ia menegaskan bahwa material aspal sangat rentan tergerus air, sehingga tanpa sistem drainase yang baik, kerusakan akan terus berulang.

“Kita sama-sama tahu bahwa aspal sangat rentan tergerus air. Kalau air tidak mengalir dengan baik, pasti cepat rusak lagi,” tambahnya.

Ia memastikan pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Cirebon terkait penanganan ruas jalan tersebut.

Berdasarkan hasil koordinasi, perbaikan direncanakan akan dilakukan sebelum Hari Raya Idulfitri.

“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas PUTR bahwa perbaikan akan dilakukan, perkiraan sebelum Lebaran,” jelasnya.

Deni pun meminta masyarakat bersabar, mengingat proses perbaikan infrastruktur memerlukan tahapan administrasi serta penganggaran.

“Masyarakat harap bersabar karena memang perbaikan memerlukan proses tahapan penganggaran,” katanya.

Warga Harap Perbaikan Menyeluruh

Meski demikian, warga berharap perbaikan yang akan dilakukan tidak lagi bersifat tambal sulam, melainkan disertai pembenahan sistem drainase dan penertiban bangunan liar agar kerusakan tidak kembali terulang.

Salah seorang warga Kanci, Rizki Pratama, mengakui bahwa perbaikan jalan memang sudah beberapa kali dilakukan. Namun, menurutnya, hasilnya tidak bertahan lama.

“Memang sudah sering diperbaiki, tapi hanya tambal sulam. Tidak lama kemudian rusak lagi, apalagi kalau musim hujan. Kalaupun dilakukan perbaikan secara total yakni pengaspalan, sudah lama,” ujarnya.

Rizki juga membenarkan bahwa keberadaan bangunan liar di sepanjang kanan dan kiri jalan turut memperparah kondisi. Bangunan tersebut dinilai menghambat aliran air, sehingga saat hujan turun, air tidak mengalir lancar dan justru menggenangi badan jalan.

“Air hujan tidak bisa dipastikan mengalir lancar karena ada bangunan liar itu. Akhirnya air menggenang dan merusak aspal lagi,” katanya.

Karena itu, ia bersama warga lainnya berharap pemerintah tidak hanya fokus pada perbaikan fisik jalan, tetapi juga melakukan penertiban bangunan liar di sekitar lokasi agar penanganan bersifat jangka panjang.

“Kami berharap selain segera dilakukan perbaikan jalan, juga perlu ada penertiban bangunan liar. Kalau tidak dibenahi dari hulunya, ya kerusakan akan terus berulang,” tegas Rizki.

Warga pun berharap langkah konkret segera diambil agar ruas Jalan Kanci–Sindanglaut yang menjadi akses vital bagi aktivitas pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan dapat kembali aman dan nyaman dilalui.

banner 325x300