banner 728x250

Pencarian Dua Pelajar Tenggelam di Sungai Cisanggarung Berlanjut, Tim Gabungan Terkendala Medan Berat

IMG 20260423 WA0034
banner 120x600
banner 468x60

CIREBON – Upaya pencarian dua pelajar yang tenggelam di Sungai Cisanggarung, tepatnya di Blok Manwunteung, Desa Waled Desa, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, memasuki hari kedua pada Kamis (23/4/2026).

Hingga sore hari, tim gabungan masih belum berhasil menemukan kedua korban.

banner 325x300

Kondisi Sungai Penuh Rintangan Hambat Pencarian

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan relawan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Namun, kondisi medan sungai yang berat menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

Dasar sungai yang dipenuhi bebatuan besar, tumpukan sampah, serta berbagai rintangan lain menyulitkan pergerakan tim, terutama para penyelam.

Selain itu, arus sungai yang cukup deras juga memperbesar tingkat kesulitan di lapangan.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, empat pelajar dari SMP PGRI Babakan tengah bermain air di area sungai yang relatif dangkal.

Namun, dua di antaranya berenang ke bagian tengah sungai yang memiliki arus kuat dan kedalaman ekstrem hingga akhirnya terseret dan hilang.

Kapolsek Waled, AKP Fadholi, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga.

Berdasarkan keterangan saksi, korban memang terlihat berenang di titik tersebut sebelum akhirnya tenggelam.

“Kami langsung menuju lokasi setelah mendapat laporan. Saat ini pencarian masih difokuskan di titik awal kejadian dan area sekitarnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan serta penyelaman ke dasar sungai. Namun, proses tersebut harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Setiap celah batu harus diperiksa, karena kemungkinan korban tersangkut di sana cukup besar,” katanya.

Arus Deras dan Visibilitas Nol Persen Jadi Tantangan

Sementara itu, Danposal Gebang Lanal Cirebon, Lettu Laut Nurhayat, mengungkapkan kondisi di bawah permukaan air sangat ekstrem. Arus deras diduga telah menggeser posisi korban dari lokasi awal tenggelam.

“Arus cukup kuat, kemungkinan korban sudah berpindah dan tertahan di area bebatuan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, banyaknya rintangan di dasar sungai seperti gua bawah air, palung dalam, bambu melintang, hingga tiang beton bekas instalasi listrik menjadi faktor yang berpotensi menjebak tubuh korban.

“Di bawah itu gelap total, visibilitas nol persen. Penyelam hanya mengandalkan perabaan dalam kondisi arus kuat,” jelasnya.

Dengan kedalaman mencapai sekitar 6,5 meter, situasi tersebut membuat proses pencarian semakin sulit. Hingga lebih dari 24 jam sejak kejadian, kedua korban belum juga ditemukan.

“Kami khawatir korban tersangkut di dasar, sehingga tidak bisa mengapung ke permukaan,” tambahnya.

Tim memperkirakan, jika tidak terhalang, posisi korban kemungkinan tidak jauh dari lokasi awal, yakni sekitar 40 hingga 50 meter, mengingat adanya bendungan dan susunan batu yang menahan laju arus.

Pencarian hari kedua dilakukan hingga pukul 17.30 WIB sebelum dihentikan sementara untuk evaluasi.

Hingga kini, keluarga korban bersama warga setempat masih berharap kedua pelajar tersebut segera ditemukan.

banner 325x300