CIREBON – Kesemrawutan lalu lintas di wilayah Lemahabang, Kabupaten Cirebon, kembali menjadi sorotan. Warga secara terbuka menuding keberadaan pusat perbelanjaan, khususnya dua gerai Toserba Karomah, sebagai salah satu pemicu utama kemacetan yang tak kunjung terurai selama bertahun-tahun. Selasa (5/5/2026).
Kondisi tersebut semakin diperparah dengan rencana pembangunan Toserba Yogya Dept Store di kawasan Cipeujeuh, yang hingga kini masih menuai tanda tanya terkait perizinan maupun kesiapan fasilitas penunjang seperti lahan parkir basement.
Di lapangan, kemacetan terjadi hampir setiap hari, terutama di depan Toserba Karomah, jalur rel kereta api ganda (double track) dan titik lain.
Aktivitas keluar-masuk kendaraan pengunjung serta parkir di bahu jalan membuat ruas jalan menyempit dan arus lalu lintas tersendat.
“Dua-duanya sama saja, sering macet. Motor pengunjung banyak yang parkir di bahu jalan, jadi makin sempit,” ujar Yusuf, salah satu pengendara.
Tak hanya itu, kemacetan juga dipicu oleh proyek pembangunan gorong-gorong yang berlangsung hampir bersamaan di sejumlah titik strategis, seperti di ruas Jalan Kanci–Sindanglaut wilayah Cipeujeuh dan Jalan Lemahabang jalur Sindanglaut–Pabuaran.
Kombinasi antara aktivitas pusat perbelanjaan, proyek infrastruktur, serta keberadaan jalur rel kereta api ganda (double track) menjadikan kawasan ini sebagai salah satu titik kemacetan terparah di Cirebon Timur.
Tokoh masyarakat setempat, Dedi Gunawan, menilai persoalan ini tidak lepas dari lemahnya pengawasan terhadap analisis dampak lalu lintas (andalalin), khususnya pada operasional Toserba Karomah.
“Karomah ini sudah lama jadi sumber kepadatan. Sekarang mau ditambah Yogya, kalau tidak ada penataan serius, ini bisa lumpuh total,” tegasnya.
Dedi juga menyoroti kurangnya ketegasan dari instansi terkait dalam menertibkan pelanggaran, seperti parkir liar yang kerap terjadi di sekitar pusat perbelanjaan tersebut.
Menurutnya, jika rencana pembangunan Toserba Yogya tetap berjalan tanpa kajian matang, maka potensi kemacetan akan semakin parah.
Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Perhubungan untuk bertindak tegas, baik terhadap pengelola Toserba Karomah maupun pihak yang akan membangun Toserba Yogya.
Mereka meminta evaluasi menyeluruh terhadap andalalin, penertiban parkir liar, serta penempatan petugas pengatur lalu lintas secara intensif di titik-titik rawan.
“Jangan sampai kepentingan usaha mengorbankan kenyamanan masyarakat. Kalau dibiarkan, Lemahabang akan terus jadi langganan macet,” pungkas Dedi.



















