CIREBON – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled kini resmi mengoperasikan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah yang cepat, aman, dan mandiri.
Kehadiran unit ini menjadi terobosan penting dalam meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat, Minggu (17/4/2026).
Dengan beroperasinya UTDRS, RSUD Waled tidak lagi sepenuhnya bergantung pada suplai darah dari Palang Merah Indonesia (PMI).
Rumah sakit kini mampu mengelola dan memproduksi darah secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan pasien, baik dalam kondisi darurat maupun terapi rutin.
Layanan Lengkap dari Pengolahan hingga Distribusi
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Waled, dr. M. Luthfi, Sp.PD, Subsp. HOM(K), FINASIM, MMRS, menjelaskan bahwa UTDRS memiliki fungsi pelayanan yang komprehensif, mulai dari pengolahan hingga distribusi darah kepada pasien.
“Kalau sebelumnya kita hanya menerima dan menyimpan darah dari PMI, sekarang RSUD Waled sudah mampu memproduksi dan mengelola darah sendiri,” ujarnya.
UTDRS RSUD Waled menyediakan berbagai komponen darah seperti Packed Red Cells (PRC), trombosit, dan Fresh Frozen Plasma (FFP). Seluruh produk darah tersebut telah melalui proses skrining ketat guna memastikan keamanan dan bebas dari risiko infeksi.
Didukung Layanan Donor dan Pemeriksaan Ketat
Selain pengolahan darah, UTDRS juga melayani donor darah sukarela, termasuk melalui fasilitas mobile unit untuk menjangkau lebih banyak pendonor, terutama di lingkungan internal rumah sakit.
Berbagai pemeriksaan laboratorium turut dilakukan, seperti penentuan golongan darah ABO dan Rhesus, serta uji cocok serasi (cross-matching) sebelum transfusi dilakukan. Hal ini menjadi langkah penting dalam menjamin keamanan pasien.
“Unit ini beroperasi 24 jam penuh, sehingga kebutuhan darah darurat bisa langsung ditangani tanpa harus menunggu kiriman dari luar,” tambah dr. Luthfi.
Solusi Akses Layanan di Cirebon Timur
Keberadaan UTDRS juga menjawab tantangan geografis yang selama ini dihadapi masyarakat di wilayah Cirebon Timur.
Jarak yang cukup jauh menuju PMI Kabupaten Cirebon kerap menjadi kendala dalam memperoleh darah secara cepat, terutama dalam kondisi mendesak.
Dengan hadirnya UTDRS di RSUD Waled, akses layanan darah kini menjadi lebih dekat dan responsif, khususnya bagi pasien dengan kondisi seperti anemia atau penyakit yang membutuhkan transfusi rutin.
Berpotensi Layani Fasilitas Kesehatan Lain
Tidak hanya melayani kebutuhan internal, UTDRS RSUD Waled juga memiliki potensi untuk mendukung penyediaan darah bagi fasilitas kesehatan lain di sekitarnya.
“Tujuan utama dari UTDRS ini adalah mendekatkan layanan darah kepada masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan darah yang spesifik dapat terpenuhi secara optimal,” pungkasnya.



















