Jalan Rasjid Singawijaya Rusak Parah, Warga Babakan Keluhkan Akses Terganggu Selama Bertahun-tahun
CIREBON – Kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, kembali menjadi sorotan warga. Jalan Rasjid Singawijaya yang berada di jalur penghubung antara Desa Karangwangun dan Desa Pakusamben dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dan belum mendapat penanganan maksimal selama bertahun-tahun.
Kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan permukaan aspal yang nyaris tak terlihat membuat aktivitas masyarakat terganggu. Padahal, jalan tersebut merupakan akses vital yang setiap hari dilintasi warga untuk bekerja, bersekolah, hingga menjalankan aktivitas ekonomi.
Akibat kerusakan tersebut, perjalanan masyarakat menjadi lebih lambat dan berisiko menimbulkan kecelakaan. Tidak sedikit pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, mengeluhkan kendaraannya mengalami kerusakan pada bagian roda hingga kaki-kaki akibat sering melewati jalan berlubang.
Salah seorang warga yang juga anggota Komunitas Lentera Sasak, Jarot, mengaku prihatin dengan kondisi Jalan Rasjid Singawijaya.
Menurutnya, kerusakan jalan itu sudah berlangsung cukup lama, namun belum ada perbaikan berarti.
“Kalau tidak salah, Jalan Rasjid Singawijaya ini sudah rusak sekitar tujuh tahun. Padahal kami setiap tahun tetap bayar pajak kendaraan,” ujar Jarot, Senin (17/5/2026).
Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar kondisi jalan bisa segera diperbaiki.
Menurut warga, pembangunan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Warga juga khawatir kondisi kerusakan akan semakin memburuk ketika musim hujan tiba.
Genangan air yang menutupi lubang jalan dinilai dapat meningkatkan potensi kecelakaan bagi pengendara yang melintas.
Sementara itu, Pemerintah Desa Karangwangun terus berupaya memperjuangkan perbaikan Jalan Rasjid Singawijaya yang menghubungkan Desa Karangwangun dengan Desa Pakusamben. Jalan tersebut diketahui memiliki peranan penting bagi mobilitas masyarakat.
Kuwu Karangwangun, Taufik Islami, mengatakan jalan tersebut bukan hanya menjadi akses penghubung antar desa, namun juga dimanfaatkan sebagai jalur perekonomian, aktivitas pertanian, hingga jalur alternatif menuju kawasan industri di wilayah Kecamatan Pabedilan.
“Jalan ini sangat vital karena menjadi akses masyarakat untuk kegiatan ekonomi, pertanian dan jalur alternatif menuju kawasan industri,” kata Taufik Islami.
Ia menjelaskan, Pemerintah Desa Karangwangun telah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan kepada Dinas PUTR Kabupaten Cirebon.
Selain itu, pihak desa juga meminta dukungan anggota DPRD Kabupaten Cirebon agar pembangunan dapat masuk melalui anggaran pokok pikiran (pokir).
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tahun ini, Dinas PUTR Kabupaten Cirebon melalui anggaran pokir anggota DPRD merespons usulan tersebut dengan rencana peningkatan jalan berupa pengaspalan sepanjang 400 meter.
“Alhamdulillah, tahun ini sudah ada respons untuk peningkatan jalan melalui pengaspalan sepanjang 400 meter, sementara sisanya akan dilakukan pemeliharaan. Semoga ke depannya tidak ada lagi keluhan dari masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, sambil menunggu pelaksanaan proyek perbaikan, pemerintah desa bersama masyarakat saat ini masih melakukan swadaya dengan menutup dan mengurug jalan berlubang agar dapat dilalui lebih aman.
Taufik berharap realisasi perbaikan dapat segera dilakukan sehingga akses transportasi masyarakat menjadi lebih nyaman dan mampu mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga di wilayah tersebut.



















