banner 728x250

Halal Bihalal FCTM Jadi Ajang Konsolidasi, Peluang Pemekaran Cirebon Timur Kembali Menguat

20260523 134558
banner 120x600
banner 468x60

CIREBON – Wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Cirebon Timur kembali menjadi perhatian dalam kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM) di salah satu hotel di Cirebon, Sabtu (23/5/2026).

Momentum tersebut dimanfaatkan tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga ruang konsolidasi dan penguatan perjuangan pemekaran wilayah.

banner 325x300

Kegiatan itu dihadiri beragam unsur masyarakat, mulai dari pengurus FCTM, para kuwu dan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota legislatif, hingga berbagai elemen dari wilayah Cirebon.

Kehadiran lintas sektor tersebut memperlihatkan tingginya dukungan dan perhatian terhadap perjuangan pembentukan Kabupaten Cirebon Timur.

Mengusung tema “Menakar Peluang DOB Pasca Penyusunan Destranada dan Prospek Kabupaten Cirebon Timur”, acara dikemas dalam bentuk forum diskusi yang membahas perkembangan dan peluang pemekaran wilayah ke depan.

Sejumlah pemateri memaparkan berbagai aspek penting, mulai dari posisi Cirebon Timur setelah penyusunan Desain Strategi Penataan Daerah (Destranada), tahapan pembentukan DOB, hingga gambaran pembangunan yang dapat diwujudkan apabila Cirebon Timur resmi berdiri sebagai kabupaten baru.

Diskusi berlangsung aktif dan dinamis. Peserta tampak antusias mengikuti jalannya pemaparan hingga sesi dialog.

Berbagai pandangan dan pertanyaan muncul, termasuk soal kesiapan administratif, dukungan masyarakat, serta strategi mempercepat terwujudnya pemekaran.

Ketua Umum FCTM, KH Taufiqurrahman Yasin, mengatakan perjuangan pembentukan Cirebon Timur hingga kini terus berjalan melalui berbagai langkah komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Kami terus mengingatkan kepada masyarakat Cirebon Timur bahwa perjuangan ini masih berjalan. FCTM terus melakukan koordinasi dengan stakeholder dan pemerintah serta menjalin komunikasi politik maupun sosial, termasuk dengan pemerintah pusat,” ujarnya.

Menurutnya, proses perjuangan kini memasuki tahapan penting dan tinggal menunggu regulasi pemerintah sebagai salah satu syarat utama.

“Insya Allah mudah-mudahan pada akhir tahun 2026 sudah bisa disahkan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal FCTM, Dr Taufik Ridwan, menjelaskan saat ini pihaknya tengah memfokuskan langkah pada pemenuhan Kapasitas Daerah (Kapasda), yang menjadi salah satu persyaratan penting pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB).

Ia menyebut kajian Kapasda telah dilakukan dan kini proses pemenuhannya menjadi prioritas menuju tahapan berikutnya.

“Saat ini fokus kami pada pemenuhan target Kapasda sebagai bagian dari syarat yang harus dipenuhi dalam proses pemekaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, status Cirebon Timur saat ini juga telah meningkat menjadi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) setelah mendapat persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan DPRD Jawa Barat.

Selain faktor administratif, kesiapan wilayah dinilai semakin menguat dengan bertambahnya infrastruktur dan layanan publik di kawasan Cirebon Timur.

Sejumlah program pembangunan seperti KDMP, MBG, hingga hadirnya fasilitas rumah sakit baru disebut menjadi modal penting untuk mendukung kesiapan wilayah apabila nantinya resmi menjadi daerah otonom baru.

banner 325x300