banner 728x250

Hidup di Gazebo, Karniah Bertahan Berkat MBG di Desa Beringin

20260427 220411
banner 120x600
banner 468x60

CIREBON — Di tengah keterbatasan hidup yang dihadapi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penopang utama bagi Karniah, seorang ibu yang hidup bersama bayinya di sebuah gazebo sederhana di Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/4/2026).

Selama tujuh bulan terakhir, Karniah tinggal di bangunan terbuka yang berada tepat di depan dapur MBG. Bersama putrinya, Siti Karisah yang masih berusia sekitar tujuh bulan, ia bertahan tanpa tempat tinggal yang layak.

banner 325x300

MBG Jadi Penopang Hidup Sehari-hari

Karniah mengaku sudah berada di lokasi tersebut sejak masa kehamilan. Ia menyebut tidak memiliki pilihan lain setelah diusir dari rumah orang tuanya.

“Sejak hamil saya sudah tinggal di sini. Tidak punya tempat lain,” ujarnya lirih.

Kondisinya semakin sulit karena sang suami tidak tinggal bersamanya dan hanya memberikan nafkah sekitar Rp10 ribu per hari.

Dalam situasi itu, dapur MBG yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Beringin menjadi satu-satunya sumber makanan yang bisa diandalkan.

Setiap hari, Karniah mendapatkan makanan dari dapur tersebut. Bantuan itu setidaknya membuat dirinya dan sang bayi tetap bisa bertahan.

“Alhamdulillah, setiap hari bisa makan dari sini. Sangat membantu,” katanya.

Namun, saat dapur MBG tidak beroperasi, ia terpaksa mengandalkan bantuan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan makan.

Kebutuhan Hunian Layak Belum Terpenuhi

Kepala dapur SPPG Desa Beringin, Wahyu Cahyanuddin, membenarkan bahwa pihaknya rutin membantu Karniah sebisa mungkin.

“Ibu Karniah memang tinggal di depan dapur. Kami setiap hari berikan makanan semampu kami,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui bantuan tersebut masih terbatas pada kebutuhan konsumsi, sementara persoalan utama yang dihadapi Karniah adalah ketiadaan tempat tinggal yang layak.

Di sisi lain, perhatian dari pemerintah desa dinilai belum maksimal. Karniah mengaku pernah menerima bantuan, namun tidak berlanjut.

Bahkan saat mengajukan permohonan tempat tinggal, ia diminta untuk menunggu dalam waktu cukup lama.

“Katanya disuruh sabar, bantuan belum bisa sekarang. Paling 2 tahun lagi,” ungkapnya.

Selama tinggal di gazebo, Karniah harus menghadapi kondisi alam yang tidak menentu, terutama saat malam hari dan musim hujan.

Situasi tersebut menjadi sangat memprihatinkan, mengingat bayinya masih membutuhkan lingkungan yang aman dan sehat.

Kisah ini menjadi gambaran bahwa meski program MBG mampu membantu kebutuhan pangan masyarakat rentan, persoalan mendasar seperti tempat tinggal layak masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Kini, Karniah hanya berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah agar dirinya dan sang anak bisa hidup lebih layak.

“Saya hanya ingin tempat tinggal yang layak untuk anak saya,” harapnya.

banner 325x300