CIREBON — Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan dan Demokrasi (FORMASI) Cirebon mendesak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya kepala SPPG dan tenaga ahli gizi, untuk memperketat pengawasan serta menjaga kualitas produk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Desakan tersebut disampaikan saat kunjungan FORMASI ke SPPG Rawaurip Pangenan 2 yang berlokasi di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Minggu (12/4/2026).
Kunjungan itu diterima langsung oleh Kepala SPPG, Aing Nasikin, serta Putri Rizky Wulandhari selaku Akuntan sekaligus Pengawas Keuangan SPPG.
Ketua FORMASI Cirebon, Qorib Magelung Sakti, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kontrol sosial terhadap pelaksanaan program MBG yang merupakan program prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Tujuan utama kami melakukan kunjungan ini adalah sebagai kontrol sosial agar pelaksanaan program MBG benar-benar berkualitas, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam kunjungan ke dapur SPPG yang berada di Desa Rawaurip tersebut, FORMASI memberikan sejumlah catatan penting kepada pengelola.
Di antaranya, memastikan kualitas makanan tetap terjaga, memperhatikan aspek kebersihan dan kesehatan, serta membuka diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
FORMASI juga secara tegas meminta kepala SPPG dan ahli gizi untuk meningkatkan pengawasan internal, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi makanan, guna menjamin standar gizi dan keamanan pangan tetap terpenuhi.
Selain itu, transparansi pengelolaan anggaran juga menjadi sorotan.
FORMASI menilai keterbukaan informasi penting untuk menjaga kepercayaan publik serta mencegah potensi penyalahgunaan dalam pelaksanaan program.
“Program MBG ini adalah program besar negara yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan bisnis yang justru merusak citra pemerintah,” tegas Qorib.
FORMASI mengingatkan agar pengelola SPPG tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, melainkan tetap mengedepankan kualitas makanan bergizi bagi para penerima manfaat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Sebagai bentuk komitmen, FORMASI Cirebon menyatakan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara berkelanjutan.
Bahkan, pihaknya berencana membuka posko pengaduan masyarakat guna menampung laporan terkait kualitas pelaksanaan program MBG di Kabupaten Cirebon.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu layanan SPPG sekaligus memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara merata.



















