banner 728x250

Kolaborasi Bulog dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global

IMG 20260528 WA0024
banner 120x600
banner 468x60

CIREBON – Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon memperkuat peran strategisnya sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menghadirkan Kios Pengendali Inflasi (KosPI).

Peresmian KosPI tersebut dilaksanakan di Pasar Pasalaran, Kabupaten Cirebon, pada 26 Mei 2026. Kehadiran kios ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

banner 325x300

Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Imam Mahdi, mengatakan KosPI merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog dalam memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

“KosPI ini merupakan langkah strategis bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Perum Bulog untuk mengendalikan pasokan dan harga pangan di pasar-pasar di Kabupaten Cirebon, sehingga masyarakat dimudahkan mengakses komoditas pangan dengan harga yang terjangkau dan inflasi daerah lebih terkendali, khususnya terkait pangan,” ujar Imam Mahdi.

Sebelumnya, selama Mei 2026, Bulog Cirebon bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga telah memasifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di tujuh pasar tradisional di Kabupaten Cirebon. Program tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah.

Imam Mahdi menjelaskan, langkah cepat dilakukan ketika harga beras sempat menyentuh Rp14.400 per kilogram berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) maupun Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

“Beberapa waktu lalu ketika harga beras sempat menyentuh Rp14.400 per kilogram pada panel harga Bapanas maupun SP2KP, kami langsung berkoordinasi dengan TPID melalui dinas terkait untuk menggelar GPM yang masif dilakukan di seluruh pasar tradisional, di desa-desa, di seluruh gudang kami, dan bekerja sama dengan TNI-Polri. Alhamdulillah harga beras saat ini terkendali dan mendapat respons positif dari masyarakat,” katanya.

Upaya pengendalian inflasi tersebut dilakukan di tengah tekanan ekonomi makro global. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mencatat kenaikan harga pangan global selama tiga bulan berturut-turut yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah, gangguan logistik di Selat Hormuz, hingga lonjakan harga energi dan Crude Palm Oil (CPO).

Selain itu, ancaman El Niño kuat pada periode Mei hingga Juli 2026 juga diperkirakan berpotensi menekan produksi pertanian di kawasan Asia.

Meski demikian, Indonesia dinilai mampu menunjukkan ketahanan ekonomi yang cukup baik. Inflasi nasional berhasil dikendalikan pada level 2,42 persen secara year on year (YoY), dengan kelompok makanan dan minuman yang relatif stabil berkat sinergi antar TPID serta dukungan cadangan pangan domestik yang kuat.

Secara nasional, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini telah mencapai lebih dari 5 juta ton, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah dan dinilai sebagai bukti keberhasilan kebijakan swasembada pangan terintegrasi.

Di tingkat regional, momentum panen raya Musim Tanam I (MT1) 2026 juga dimanfaatkan secara optimal. Hingga pertengahan Mei 2026, Bulog Kantor Cabang Cirebon telah menyerap 184.600 ton Gabah Kering Panen (GKP) dari petani lokal.

Jumlah tersebut mendekati target tahunan sebesar 197.000 ton dan meningkat signifikan dibanding target tahun sebelumnya yang hanya 145.000 ton.

“Stok beras di gudang-gudang kami sangat aman dan melimpah sampai 12 bulan atau Iduladha tahun mendatang. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu krisis pangan global,” tegas Imam Mahdi.

Ia menambahkan, Perum Bulog siap mengoptimalkan seluruh instrumen yang dimiliki, baik melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun bantuan pangan, guna menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.

banner 325x300