banner 728x250

Pesantren Gedongan Dorong Santri Berwawasan Kebangsaan Lewat Dialog Lintas Agama

IMG 20251219 WA0016
banner 120x600
banner 468x60

CIREBON — Pesantren Gedongan, Kabupaten Cirebon, kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang strategis pembentukan pemikiran santri yang inklusif dan berwawasan kebangsaan.

Hal itu disampaikan Sesepuh Pesantren Gedongan, KH Taufiqurrahman Yasin, dalam kegiatan PKUB Goes to Pesantren yang dirangkaikan dengan bedah buku dan dialog lintas iman, Jumat (19/12/2025).

banner 325x300

Kegiatan yang digagas oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) tersebut kembali mempercayakan Pesantren Gedongan sebagai tuan rumah pelaksanaan agenda berskala nasional.

Kepercayaan itu, menurut KH Taufiqurrahman Yasin, menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab moral bagi pesantren.

“Atas nama para kiai dan lembaga pesantren, kami mengucapkan terima kasih karena kembali dipercaya menjadi tempat kegiatan penting ini. Yang lebih membanggakan, para santri dilibatkan langsung sehingga mereka bisa belajar dan berdialog secara terbuka,” ujarnya.

Ia menilai, kegiatan bedah buku dan dialog lintas iman sangat relevan dalam membentuk karakter santri yang berpikiran maju. Santri, kata dia, harus mampu keluar dari cara pandang sempit dan tidak terjebak pada sikap eksklusif.

“Santri yang modern adalah santri yang ilmunya melahirkan amal. Amal itu harus berangkat dari ilmu yang benar dan dipraktikkan untuk kemaslahatan,” tegasnya.

KH Taufiqurrahman Yasin juga menyinggung pola pikir lama di sebagian lingkungan pesantren yang cenderung menjaga jarak dengan pemeluk agama lain.

Menurutnya, paradigma tersebut perlu diperbarui seiring perkembangan zaman dan tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.

“Santri hari ini harus punya mindset terbuka. Menghormati keyakinan dan agama lain adalah bagian dari ajaran Islam itu sendiri. Melalui forum seperti ini, santri diharapkan semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan dan memperkuat toleransi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat yang diwakili Plt Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon, Selamet, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Pusat atas konsistensi menggelar program dialog lintas agama di lingkungan pesantren.

“Kegiatan ini memberikan manfaat besar dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama, khususnya di daerah,” katanya.

Ia juga mengapresiasi peran aktif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cirebon yang dinilai berhasil menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat. Hingga saat ini, menurutnya, tidak ada persoalan serius yang mengarah pada konflik intoleransi.

“Alhamdulillah, kondisi kerukunan umat beragama di Kabupaten Cirebon sangat kondusif. FKUB bekerja aktif, bukan hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga sampai ke kecamatan,” ujarnya.

Bedah buku dalam kegiatan tersebut dipandu KH Afif Yahya Aziz dan menghadirkan sejumlah narasumber lintas agama dan latar belakang, di antaranya KH Abubakar Muhtarom, H. Jamali dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ketua Umum Permabudhi Philip Kuntjoro Widjaja, Ketua Yayasan Fahmina KH Husein Muhammad, serta Ketua FKUB Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin.

banner 325x300