banner 728x250

Konser Rhoma Irama–April di Cirebon Disorot, Perizinan dan Potensi Kesemrawutan Jadi Alarm

lv 0 20260119150313
banner 120x600
banner 468x60

CIREBON – Rencana konser kolaborasi Rhoma Irama dan April yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2026 di Garage City Mall Cirebon menuai antusiasme besar dari masyarakat. Senin (19/1/2026).

Antusiasme Publik Tinggi, Kejelasan Izin dan Rekayasa Lalu Lintas Belum Terbuka

banner 325x300

Namun di balik euforia tersebut, muncul sorotan serius terkait kejelasan perizinan dan kesiapan pengelolaan dampak keramaian yang berpotensi akan menimbulkan kesemrawutan.

Kolaborasi dua figur besar lintas generasi ini diprediksi bakal menyedot ribuan penonton dari berbagai daerah.

Lonjakan massa dan arus kendaraan di kawasan Garage City Mall pun jangan sampai disepelekan.

Kondisi ini menuntut kesiapan matang, khususnya dalam aspek perizinan, rekayasa lalu lintas, pengaturan parkir, serta sistem pengamanan terpadu.

Pengamat publik, R. Hamzaiya, menilai konser berskala besar seperti ini tidak bisa hanya mengandalkan popularitas artis dan kemeriahan panggung. Menurutnya, kejelasan izin dan kesiapan teknis harus menjadi prioritas utama.

“Ini konser besar, bukan acara kecil. Jika perizinan dan pengaturan lalu lintas tidak jelas sejak awal, potensi kesemrawutan sangat besar dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tegas Hamzaiya.

Ia mengingatkan bahwa kawasan Garage City Mall kerap mengalami kepadatan lalu lintas pada hari biasa.

Tanpa rekayasa lalu lintas yang terukur dan pengaturan parkir yang tegas, konser justru berpotensi memicu kemacetan parah, gangguan aktivitas warga, hingga persoalan keamanan.

“Euforia masyarakat jangan sampai dibayar mahal dengan kemacetan panjang, parkir liar, dan ketidaknyamanan warga sekitar,” ujarnya.

Sorotan juga mengarah pada minimnya keterangan resmi dari pihak penyelenggara. Hingga kini, belum ada penjelasan terbuka terkait status perizinan konser, termasuk izin keramaian, pengamanan, maupun analisis dampak lalu lintas.

Saat dikonfirmasi, perwakilan manajemen Rhoma Irama, Debby, menegaskan bahwa Soneta Group tidak bertindak sebagai penyelenggara konser tersebut.

“Saya pegawai Soneta saja. Penyelenggaranya PT MCN, bukan Soneta. Kami bukan pelaksana kegiatan,” jelasnya, sembari memberikan kontak panitia pelaksana.

Namun panitia konser, Dodo Wahyudin, belum dapat memberikan keterangan resmi terkait perizinan dan kesiapan teknis.

Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, ia meminta agar pemberitaan ditunda dan menyarankan untuk menghubungi pihak lain.

“Nanti ya jangan dinaikin dulu. Besok saja kita telponan. Atau hubungi Pak Hendra, Koordinator Promosi dan Publikasi,” tulisnya singkat.

Upaya konfirmasi lanjutan kepada Hendra selaku Koordinator Promosi dan Publikasi juga belum membuahkan hasil hingga berita ini diterbitkan.

Belum adanya keterangan resmi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait kesiapan dan keseriusan penyelenggara dalam mengelola konser berskala besar.

Hamzaiya menegaskan, pemerintah daerah dan aparat keamanan tidak boleh kecolongan.

Menurutnya, izin harus menjadi instrumen kontrol, bukan sekadar formalitas administratif.

“Konser boleh megah, tapi izin dan pengamanan tidak boleh setengah-setengah. Jika belum siap, lebih baik ditunda daripada memaksakan dan menimbulkan kekacauan,” tegasnya.

Ia menilai, keberhasilan konser tidak diukur dari ramainya penonton semata, melainkan dari tertibnya lalu lintas, aman nya masyarakat, dan minimnya dampak negatif bagi kota.

“Cirebon jangan hanya jadi tuan rumah hiburan besar, tapi juga harus menjadi contoh kota yang tegas soal aturan dan ketertiban umum,” pungkas Hamzaiya.

banner 325x300