cirebon raya, info cirebon raya, berita cirebon raya, cirebon indramayu majalengka kuningan
INSTAGRAMFACEBOOK
banner 728x250

Empat Jalur Alternatif Disiapkan, Flyover Diusulkan untuk Urai Kemacetan Cirebon Timur

IMG 20260728 WA0030
banner 120x600
banner 468x60

CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mematangkan berbagai langkah untuk mengatasi kemacetan yang semakin padat di wilayah Cirebon Timur, khususnya Kecamatan Ciledug. Selain menyiapkan empat jalur alternatif, pemerintah juga mengusulkan pembangunan flyover sebagai solusi jangka panjang guna memperlancar arus lalu lintas di kawasan industri.

Rencana tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Dara Darmanto, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas dan Pembahasan Permasalahan Lalu Lintas Wilayah Ciledug–Pabuaran–Waled di Aula Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Selasa (28/7/2026). Kegiatan itu dihadiri Forum Kuwu, pelaku usaha, serta berbagai instansi dari wilayah Kecamatan Waled dan Pabuaran.

banner 325x300

Menurut Dara, pertumbuhan industri di kawasan Ciledug membawa dampak positif terhadap perekonomian daerah. Namun, peningkatan aktivitas industri juga diiringi lonjakan volume kendaraan yang menyebabkan kemacetan hampir setiap hari, terutama pada jam masuk dan pulang kerja karyawan.

“Persoalan kemacetan di Cirebon Timur sudah menjadi perhatian bersama. Penanganannya tidak bisa ditunda karena berdampak terhadap aktivitas masyarakat maupun dunia usaha,” ujarnya.

Sebagai upaya mengurangi kepadatan kendaraan di ruas jalan utama, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah mencanangkan pengembangan empat jalur alternatif. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu membagi arus kendaraan sehingga tidak lagi bertumpu pada satu jalur.

Adapun jalur yang menjadi prioritas meliputi peningkatan ruas Leuweung Gajah–Babakan Bojongnegara, peningkatan jalan dari Alun-alun Kecamatan Ciledug menuju Desa Ciledug Lor, serta pembangunan jalan tembus dari Desa Tenjomaya atau kawasan PT Chinli Footwear Manufacturing Indonesia menuju jalur Pabedilan Kidul–Pakusamben yang nantinya terhubung dengan kawasan PT TKG Taekwang Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga mengusulkan pembangunan flyover yang menghubungkan Desa Jatiseeng dengan Desa Ciledug Tengah. Menurut Dara, keberadaan flyover akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi antrean kendaraan di jalur Pantura Cirebon Timur yang selama ini menjadi titik kemacetan.

“Usulan flyover sudah kami dorong dan saat ini masih dalam proses pengajuan. Kami berharap dapat segera direalisasikan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” katanya.

Dara menegaskan, pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan keterlibatan dunia usaha. Ia berharap perusahaan-perusahaan di kawasan industri dapat mengambil bagian dalam mengurangi kepadatan lalu lintas, salah satunya dengan menyediakan bus operasional bagi para pekerja.

Menurutnya, ribuan karyawan yang menggunakan kendaraan pribadi secara bersamaan menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di kawasan industri Cirebon Timur.

“Kalau perusahaan menyediakan bus karyawan, jumlah kendaraan pribadi di jalan akan berkurang. Dampaknya tentu sangat membantu kelancaran lalu lintas,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Polresta Cirebon yang terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta para pelaku usaha untuk mencari solusi terbaik terhadap persoalan kemacetan.

Dara berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat sinergi sehingga berbagai program penanganan kemacetan dapat direalisasikan secara bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui kolaborasi pemerintah, kepolisian, dunia usaha, dan masyarakat, kami optimistis persoalan kemacetan di Cirebon Timur dapat diatasi sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih aman, lancar, dan nyaman,” pungkasnya.

banner 325x300