CIREBON — Partai Demokrat menegaskan hingga kini belum mengambil keputusan final terkait sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada), apakah tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat atau melalui mekanisme DPRD.
Partai berlambang bintang mercy tersebut memilih bersikap hati-hati dengan terus menimbang berbagai masukan sebelum menentukan arah politiknya.
Belum Ada Sikap Final
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengatakan partainya masih dalam tahap pembahasan internal dan belum mencapai kesepakatan bersama partai politik lain.
Menurutnya, Demokrat tidak ingin tergesa-gesa mengikuti arus mayoritas tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi rakyat.
“Belum, kita masih membahas. Demokrat akan lebih banyak mendengar aspirasi rakyat, apakah Pilkada langsung atau melalui DPRD,” kata Herman Khaeron saat ditemui di usai acara pembukaan Jambore Partai Demokrat di The Radiant, Kabupaten Cirebon, Senin (15/12/2025).
Belajar dari Pengalaman 2014
Herman mengingatkan kembali pengalaman politik pada 2014, ketika DPR RI sempat memutuskan Pilkada dilakukan melalui DPRD. Namun, kuatnya tekanan dan penolakan publik saat itu membuat keputusan tersebut akhirnya berubah dan Pilkada langsung tetap dipertahankan.
“Kalau rakyat lebih banyak memilih langsung, Demokrat pasti bersama rakyat. Tapi kalau DPRD, itu juga akan kita pertimbangkan. Sampai saat ini belum ada konsensus dengan partai lain,” tegasnya.
Jaga Posisi Tawar Politik
Sikap Demokrat yang belum menentukan pilihan dinilai sebagai upaya menjaga posisi tawar dalam dinamika politik nasional. Partai ini memahami risiko politik jika mengambil keputusan yang bertentangan dengan aspirasi masyarakat, karena tekanan publik dapat memengaruhi bahkan mengubah kebijakan besar.
Opsi Koalisi Jadi Pertimbangan
Selain soal sistem Pilkada, wacana koalisi permanen juga menjadi salah satu pertimbangan politik Demokrat.
Opsi ini disebut dapat menjadi alat tawar jika mayoritas partai politik condong mendukung Pilkada melalui DPRD.
Dalam situasi tersebut, Demokrat memiliki dua pilihan, mengikuti mayoritas demi stabilitas politik atau mengambil posisi sebagai partai yang konsisten berpihak pada rakyat dengan mendukung Pilkada langsung.
Dengan pendekatan tersebut, Demokrat menegaskan komitmennya untuk mengambil keputusan politik secara cermat dan bertanggung jawab, dengan tetap menempatkan aspirasi rakyat sebagai pertimbangan utama.



















