banner 728x250

Aktivis KPCT Hingga Akar Rumput Soroti FCTM: Aktivisme Mati, Digantikan Kelompok Pensiunan Pencari Aktivitas

lv 0 20251230125741
banner 120x600
banner 468x60

CIREBON — Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM) kembali menuai kritik tajam dari berbagai kalangan. Sorotan kali ini datang tidak hanya dari aktivis Komite Pemekaran Cirebon Timur (KPCT), tetapi juga dari aktivis akar rumput yang menilai FCTM telah kehilangan nadi pergerakan dan menjauh dari semangat awal perjuangan rakyat Cirebon Timur.

Kritik tersebut diarahkan langsung pada substansi dan ruh gerakan. FCTM dinilai tak lagi mencerminkan karakter gerakan rakyat yang hidup dari militansi, keberanian moral, serta keterikatan emosional dengan masyarakat.

banner 325x300

Forum itu bahkan disebut kian didominasi kelompok pensiunan yang sekadar mencari ruang aktivitas, alih-alih menjalankan kerja-kerja advokasi nyata.

Aktivisme Dinilai Kehilangan Ruh Perjuangan

Aktivis Cirebon Timur, R. Hamzaiya, S.Hum., menyatakan kondisi internal FCTM saat ini menunjukkan absennya elemen fundamental sebuah gerakan sosial.

Menurutnya, tidak terlihat keberanian untuk turun langsung ke masyarakat, mendengar keluhan warga, maupun merasakan denyut persoalan yang dihadapi rakyat Cirebon Timur.

“Gerakan itu lahir dari kegelisahan dan keberpihakan. Ketika tidak ada aktivis yang berani bersentuhan langsung dengan rakyat, maka yang tersisa hanya forum tanpa ruh. Hari ini, di FCTM, denyut itu hampir tidak terasa,” ujar Hamzaiya, Selasa (30/12/2025).

Dominasi Pensiunan Dinilai Melemahkan Daya Dobrak

Hamzaiya menilai dominasi kelompok pensiunan dalam struktur dan agenda FCTM telah menggeser orientasi perjuangan.

Kerja-kerja ideologis dan advokatif yang seharusnya menjadi motor utama pemekaran wilayah justru tergantikan oleh aktivitas simbolik dan seremonial.

“Tidak ada persoalan dengan usia atau status pensiun. Namun ketika sebuah gerakan dikendalikan oleh pihak-pihak yang tidak lagi memiliki keterikatan langsung dengan realitas sosial rakyat, maka daya dobraknya pasti melemah. Pemekaran wilayah bukan kegiatan pengisi waktu luang,” tegasnya.

Forum Dinilai Semakin Elitis dan Terputus dari Rakyat

Ia juga menyoroti pola kegiatan FCTM yang dinilai semakin elitis. Agenda-agenda yang digelar di ruang-ruang nyaman dianggap mencerminkan keterputusan antara forum dengan kondisi riil masyarakat yang masih bergulat dengan persoalan ekonomi, layanan publik, dan ketimpangan pembangunan.

“Di saat rakyat berjuang bertahan hidup dan pelaku usaha lokal menjaga napas ekonomi wilayah, forum yang mengklaim membawa aspirasi justru absen dari tengah masyarakat. Ini bukan sekadar ironi, tetapi pengingkaran terhadap makna perjuangan,” katanya.

KPCT Siap Ambil Alih Kembali Perjuangan Pemekaran

Sebelumnya, Komite Pemekaran Cirebon Timur (KPCT) menyatakan akan kembali mengambil alih perjuangan pemekaran wilayah Cirebon Timur (Cirtim) menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).

Pernyataan itu disampaikan pada Senin (29/12/2025), menyusul penilaian bahwa FCTM kerap melenceng dari semangat awal perjuangan rakyat.

KPCT menilai, seiring berjalannya waktu, FCTM yang sebelumnya melanjutkan estafet perjuangan justru semakin menjauh dari jalur yang telah dirintis oleh para inisiator pemekaran.

Refleksi Akhir Tahun di Luar Wilayah Tuai Kritik

Sorotan terbaru tertuju pada agenda Refleksi Akhir Tahun Perjalanan FCTM 2025 yang digelar di Villa Panawuan, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan tersebut menuai kritik karena dinilai tidak mencerminkan semangat perjuangan pemekaran wilayah Cirebon Timur.

Berdasarkan surat undangan yang beredar, kegiatan dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB dan ditandatangani Ketua FCTM KH. Taufikurrahman Yasin serta Sekretaris Umum Dr. H. Taufik Ridwan, M.Hum.

Aktivis KPCT, Qorib Magelung Sakti, menilai pemilihan lokasi di luar wilayah Cirebon Timur sebagai langkah yang janggal.

“Evaluasi dan refleksi seharusnya dilakukan di wilayah yang sedang diperjuangkan menjadi DOB, bukan justru di luar daerah tersebut,” ujarnya.

FCTM Belum Beri Tanggapan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, pihak FCTM belum memberikan pernyataan resmi untuk menanggapi berbagai kritik yang disampaikan baik oleh aktivis KPCT maupun aktivis akar rumput.

Kritik tersebut disebut sebagai peringatan keras agar FCTM segera melakukan koreksi arah sebelum benar-benar kehilangan legitimasi sebagai gerakan perjuangan rakyat Cirebon Timur.

banner 325x300