CIREBON — Menjelang pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda), Bursa calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cirebon periode 2026-2029 mulai memanas. Dua nama, yakni Maman Suharman dan Mamat Rahmat, telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua. Selasa (8/9/2026).
Konferda PWI Kabupaten Cirebon sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 15 September 2026, di Ruang Paseban, Kantor Bupati Cirebon, Sumber. Namun, agenda tersebut dipastikan mengalami penundaan dan rencananya dilaksanakan pada minggu kedua Oktober 2026.
Penundaan tersebut memunculkan berbagai spekulasi di internal organisasi. Salah satunya adalah isu adanya upaya dari pihak tertentu yang disebut-sebut meminta agar pelaksanaan Konferda ditunda.
Informasi yang beredar menyebut adanya dugaan intimidasi terhadap salah satu panitia pelaksana. Bahkan, muncul tudingan bahwa tim salah satu bakal calon melakukan manuver untuk memengaruhi jalannya tahapan Konferda.
Namun, tudingan tersebut belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti. Pihak-pihak yang disebut dalam isu tersebut juga perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi secara terbuka.
Salah satu anggota PWI Kabupaten Cirebon, M Junaidi Kusairi, membenarkan bahwa pelaksanaan Konferda mengalami penundaan.
Menurut Junaidi, penundaan berkaitan dengan kebutuhan organisasi untuk melakukan persiapan dan konsolidasi kekuatan sebelum konferensi digelar.
“Memang ditunda. Alasannya untuk menyusun dan memperkuat kekuatan,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai isu intimidasi terhadap panitia maupun anggota yang memiliki hak pilih, Junaidi mengaku tidak mengetahui secara langsung mengenai persoalan tersebut.
Sementara itu, bakal calon Ketua PWI Kabupaten Cirebon, Maman Suharman, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp juga menanggapi isu yang berkembang terkait penundaan Konferda dan ambisinya untuk memimpin PWI Kabupaten Cirebon.
Dalam percakapan tersebut, Maman disebut mengakui adanya upaya untuk menunda pelaksanaan Konferda serta menyampaikan ambisinya untuk memenangkan pemilihan.
Maman juga melontarkan pernyataan mengenai arah organisasi apabila dirinya terpilih. Dalam pesan yang disampaikan kepada wartawan, ia menggunakan istilah yang menggambarkan keinginannya menjadikan PWI memiliki pengaruh kuat terhadap berbagai persoalan di daerah.
“Ya priben maning, kita kudu jadi lah. Berbagai macam cara akan dilakukan. Ya saya akan bawa PWI menjadi penguasa tunggal. Cawe-cawe proyek, rotasi mutasi, meres pejabat dan lainnya,” demikian pernyataan Maman dalam pesan WhatsApp yang diterima.
Pernyataan tersebut kini menjadi sorotan karena menyangkut independensi organisasi profesi wartawan. Jika benar disampaikan dalam konteks pencalonan Ketua PWI, pernyataan itu berpotensi menimbulkan pertanyaan mengenai arah organisasi dan batas antara kepentingan profesi jurnalistik dengan kepentingan di luar organisasi.
Apalagi, PWI merupakan organisasi profesi yang memiliki posisi strategis dalam menjaga profesionalitas, etika, independensi dan kualitas kehidupan pers.
Karena itu, proses pemilihan Ketua PWI Kabupaten Cirebon tidak hanya berkaitan dengan siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga menyangkut bagaimana proses demokrasi organisasi tersebut berlangsung.
Sebelumnya, Ketua Panitia Konferda PWI Kabupaten Cirebon, Samsul Huda, mengatakan proses pendaftaran bakal calon Ketua PWI masih berlangsung.
Panitia memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anggota yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti bursa pencalonan.
“Ada dua anggota yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua, yakni Maman Suharman dan Mamat Rahmat,” ujar Samsul, Kamis (3/9/2026).
Menurut Samsul, jumlah bakal calon masih memungkinkan bertambah karena panitia tidak membatasi jumlah anggota yang ingin maju selama memenuhi persyaratan.
“Kami tidak membatasi, siapapun anggota yang telah memenuhi syarat boleh mendaftarkan diri,” jelasnya.
Pendaftaran bakal calon Ketua PWI Kabupaten Cirebon semula dibuka hingga Kamis, 10 September 2026 pukul 23.59 WIB.
Setelah pendaftaran ditutup, panitia dijadwalkan melakukan verifikasi terhadap dokumen bakal calon sekaligus peserta Konferda pada 11-12 September 2026.
Selanjutnya, penetapan calon Ketua PWI Kabupaten Cirebon dijadwalkan pada 13 September 2026.
Namun, dengan adanya penundaan Konferda, seluruh tahapan tersebut kini harus menyesuaikan kembali dengan jadwal baru yang ditetapkan panitia.
Penundaan Konferda di tengah menghangatnya persaingan dua bakal calon menjadi perhatian tersendiri bagi anggota PWI Kabupaten Cirebon.
Konferda seharusnya menjadi ruang demokratis bagi anggota untuk menentukan figur yang dianggap paling mampu membawa organisasi selama tiga tahun ke depan, bukan menjadi arena tekanan, tarik-menarik kepentingan, maupun konflik internal.
Terlebih, tantangan organisasi wartawan saat ini semakin kompleks. Perubahan teknologi digital, perkembangan media sosial, disrupsi industri media, hingga tuntutan terhadap akurasi dan independensi jurnalistik membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga marwah organisasi.
Pemimpin PWI Kabupaten Cirebon periode 2026-2029 nantinya dituntut tidak hanya mampu mengonsolidasikan anggota, tetapi juga menjaga jarak yang sehat dari kepentingan politik maupun kepentingan ekonomi yang dapat mengganggu independensi pers.
Dengan penundaan Konferda ke minggu kedua Oktober 2026, perhatian kini tertuju pada bagaimana panitia memastikan seluruh proses pencalonan dan pemungutan suara berlangsung transparan, demokratis dan tanpa tekanan terhadap anggota yang memiliki hak pilih.
Konferda juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal PWI Kabupaten Cirebon sekaligus memastikan organisasi profesi wartawan tersebut tetap berada pada koridor kode etik jurnalistik dan kepentingan publik.
Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua PWI Kabupaten Cirebon, tantangan utamanya bukan sekadar memenangkan kontestasi, melainkan membuktikan bahwa organisasi mampu menjaga profesionalitas, independensi dan kepercayaan publik.



















