cirebon raya, info cirebon raya, berita cirebon raya, cirebon indramayu majalengka kuningan
INSTAGRAMFACEBOOK
banner 728x250

Diduga Dua Karyawan Jadi Korban Insiden Dentuman Keras di PT Long Rich Indonesia, Polisi Lakukan Penyelidikan

Screenshot 20260801 184528 Gallery
banner 120x600
banner 468x60

CIREBON – Insiden yang diduga berupa ledakan atau dentuman keras di kawasan PT Long Rich Indonesia, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, menjadi perhatian publik setelah video suasana kepanikan karyawan dan kerumunan warga beredar luas di media sosial. Sabtu (01/8/2026).

Informasi awal mencuat melalui unggahan akun Facebook Pojok Amerta yang menampilkan video kondisi di sekitar kawasan pabrik. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa terdengar dentuman keras dari salah satu gedung (factory) PT Long Rich Indonesia sehingga membuat para pekerja yang berada di dalam gedung berhamburan keluar.

banner 325x300

Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menulis:

“ADA INSIDEN LEDAKAN DI PT LONG RICH INDONESIA. Siang tadi, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 13.30 WIB terdengar ledakan atau dentuman keras dari salah satu gedung (factory) yang ada di PT Long Rich Indonesia Pabedilan, Kabupaten Cirebon, yang menyebabkan karyawan dari gedung berhamburan keluar. Hingga berita ini dimuat belum diketahui penyebab ledakan atau dentuman keras tersebut, termasuk informasi adanya korban jiwa atau tidak.”

Unggahan tersebut kemudian menuai ratusan tanggapan dari warganet. Sejumlah komentar berasal dari akun yang mengaku memiliki hubungan dengan karyawan maupun pernah bekerja di perusahaan tersebut. Namun, seluruh informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan maupun kepolisian.

Salah satu komentar datang dari akun Facebook Wongdewek yang mengaku pernah menjadi bagian dari keluarga divisi engineering PT Long Rich Indonesia. Ia menduga sumber insiden berkaitan dengan mesin boiler yang berfungsi sebagai penyuplai panas untuk proses produksi.

“Mesin tersebut memang jantungnya produksi, benar-benar jalan 24 jam nonstop, kecuali saat libur dimatikan. Namanya mesin boiler, penyuplai suhu panas ke ruang produksi. Kalau memang mesin tersebut ada kendala walaupun cuma beberapa jam, pasti bagian produksi bermasalah, kadang sampai stop produksi. Namanya mesin, walaupun sudah dirawat sedemikian rupa, namanya musibah tidak ada yang tahu,” tulis akun tersebut.

Dalam komentar lain, menyebut adanya kabar mengenai dua orang karyawan yang menjadi korban. Namun informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Komentar serupa disampaikan akun Eyun yang mengaku memperoleh informasi dari kerabatnya yang bekerja di PT Long Rich Indonesia.

“Kata teman saya satu kakinya hancur, satunya kritis,” tulis akun tersebut.

Sementara akun Tegar Algiansah menuliskan komentar singkat yang menyebut salah satu korban merupakan temannya.

“Korbannya teman ku, kakinya diamputasi.”

Di sisi lain, muncul pula sejumlah komentar yang meminta agar unggahan mengenai insiden tersebut segera dihapus. Mereka beralasan penyebaran video dan informasi tersebut dikhawatirkan menimbulkan dampak terhadap para pekerja maupun perusahaan.

Akun Krisna Hermawan menuliskan:

“Dengan segala hormat, mohon postingan ini dihapus atau take down karena ini pasti akan ada imbasnya ke karyawan lain. Terima kasih.”

Permintaan serupa juga disampaikan akun Aldi Febian.

“Min, ini bisa dihapus tidak postingannya? Bisa ada sanksi dari PT karena menyebarkan ini.”

Untuk memastikan informasi yang beredar, tim redaksi melakukan penelusuran dan menghubungi pihak kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aparat dari Polresta Cirebon bersama jajaran Polsek Pabedilan langsung mendatangi lokasi sesaat setelah kejadian. Petugas melakukan pengamanan area, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti dentuman yang terjadi di kawasan perusahaan tersebut.

Kapolsek Pabedilan, Iptu Mulyadi, SH, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan adanya insiden tersebut.

“Betul… ditindaklanjuti oleh Polres. Sudah ditangani Polres hari itu juga. Langsung ke Polres aja ya,” ujar Iptu Mulyadi.

Saat kembali dikonfirmasi mengenai informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan adanya dua korban dalam insiden tersebut, Kapolsek tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

“Langsung konfirmasi ke Polres saja karena penanganannya di sana,” jawabnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, Polresta Cirebon masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Kepolisian juga belum menyampaikan keterangan resmi mengenai penyebab dentuman maupun memastikan informasi terkait jumlah dan kondisi korban yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Sementara itu, pihak Human Resources Department (HRD) PT Long Rich Indonesia juga belum memberikan pernyataan resmi meskipun sudah beberapa kali dikonfirnasi. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada manajemen perusahaan hingga berita ini diturunkan belum memperoleh tanggapan.

Redaksi akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan menyampaikan informasi terbaru setelah terdapat keterangan resmi dari Polresta Cirebon maupun pihak PT Long Rich Indonesia.

banner 325x300