CIREBON — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cirebon Pangenan Ender, Kabupaten Cirebon, menetapkan standar baru dalam menjaga keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (4/4/2026).
Tak sekadar mencuci bersih, dapur ini menerapkan teknologi oven pengering untuk memastikan setiap wadah makan (ompreng) benar-benar steril dan bebas dari kontaminasi bakteri sebelum didistribusikan ke para siswa.
Kepala SPPG Ender, Rahmat, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan upaya antisipatif demi menjamin kesehatan ribuan penerima manfaat.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Selain menggunakan air panas, semua wadah wajib masuk oven pengering untuk sterilisasi total,” ujarnya.
Selain sterilisasi wadah, SPPG Ender juga menerapkan pemisahan penggunaan air berdasarkan fungsinya.
Untuk pencucian bahan mentah, digunakan air yang telah melalui proses filtrasi ketat.
Sementara itu, dalam proses pengolahan makanan, dapur ini menggunakan air Reverse Osmosis (RO) yang memiliki standar kualitas tinggi layaknya produksi industri.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi potensi paparan bakteri berbahaya seperti E. coli dan Bacillus yang kerap menjadi penyebab keracunan makanan, khususnya pada layanan katering dalam skala besar.
Meski memproduksi dalam jumlah besar, yakni mencapai 3.309 porsi per hari untuk jenjang PAUD hingga SMA, standar kebersihan tetap menjadi prioritas utama.
Sebanyak 47 relawan dapur diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, mulai dari penutup kepala (hairnet), masker, sarung tangan, hingga sandal khusus area dapur.
Ahli Gizi SPPG Ender, Ade Yulianingsih, menambahkan bahwa aspek keamanan pangan berjalan seiring dengan pemenuhan gizi yang seimbang.
“Setiap menu dihitung berdasarkan kebutuhan kalori dan keseimbangan nutrisi. Kami memastikan anak-anak tidak hanya kenyang, tetapi juga mendapatkan asupan protein dan energi sesuai standar kesehatan,” jelasnya.
Saat ini, SPPG Ender telah mengantongi sertifikat halal dan tengah dalam proses finalisasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari dinas kesehatan setempat guna memperkuat legalitas operasionalnya.
Dengan berbagai inovasi tersebut, SPPG Pangenan Ender berupaya menjadi model dapur MBG yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman dan higienis bagi para penerima manfaat.



















