banner 728x250

Dari Sudut Kampung Menuju Sorotan Nasional: Perempuan Cirebon Bangkit Lewat Sentuhan PNM

file 00000000f46c72089e42a6373a1cac45
banner 120x600
banner 468x60

CIREBON – PT Permodalan Nasional Madani terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong perempuan prasejahtera naik kelas.

Di Cirebon, semangat pemberdayaan itu menjelma menjadi kisah nyata tentang ketekunan, keberanian, dan karya yang menembus batas.

banner 325x300

Jumat (20/2/2026), semangat tersebut kembali digaungkan. Di balik geliat usaha kecil di sudut-sudut kampung, tersimpan perjalanan panjang yang tak selalu mudah: belajar dari kegagalan, bertahan dalam keterbatasan, hingga bangkit dengan harapan baru.

Bagi jutaan perempuan pelaku usaha ultra mikro, tambahan modal bukanlah satu-satunya kebutuhan.

Pendampingan, pelatihan, dan akses jejaring menjadi fondasi penting untuk tumbuh berkelanjutan.

Melalui program Mekaar, PNM menghadirkan pembiayaan sekaligus pembinaan usaha dan akses pasar kreatif.

Di Kota Wali Cirebon, salah satu bukti nyata hadir dari sosok Ibu Ariri, pengrajin batik nasabah PNM Mekaar Cabang Cirebon.

Kolaborasi Batik Cirebon dan Rinaldy Yunardi

Karya batik Ibu Ariri berkesempatan berkolaborasi dengan desainer aksesori ternama Indonesia, Rinaldy Yunardi.

Kolaborasi tersebut ditampilkan dalam rangkaian kegiatan Sonderlab x Kaca Kreatif pada 23–26 Oktober 2025.

Tak hanya dipamerkan, karya itu juga dilelang, dan seluruh hasilnya didonasikan untuk mendukung pendidikan di Indonesia.

Bagi Ariri, kesempatan ini menjadi titik balik perjalanan usahanya.

“Saya tidak pernah menyangka usaha batik yang sederhana bisa tumbuh sejauh ini. Terima kasih kepada PNM yang selalu mendampingi, memberikan pelatihan, hingga akhirnya saya mendapat kesempatan berkolaborasi dengan desainer sekelas Rinaldy Yunardi. Ini bukan hanya kebahagiaan bagi saya, tetapi juga kebanggaan bagi keluarga dan daerah saya,” ujarnya haru.

Kolaborasi tersebut membuktikan bahwa karya pelaku usaha ultra mikro bukan sekadar produk ekonomi, melainkan memiliki nilai seni dan dampak sosial yang luas.

Topeng Cirebon Menuju Panggung Nasional

Kisah serupa datang dari Ibu Sri, pengrajin topeng asal Kota Udang. Sejak 2010, ia menekuni kerajinan topeng berangkat dari kecintaannya pada seni tradisi.

Pengalamannya sebagai penari topeng di Keraton Kasepuhan Cirebon membentuk ikatan emosional yang kuat dengan budaya lokal.

Tak berhenti pada produksi topeng kayu tradisional, Ibu Sri berinovasi dengan menghadirkan produk turunan seperti pulpen, pensil, hingga magnet kulkas bermotif topeng.

Upaya ini dilakukan agar seni tradisi tetap relevan dan hadir dalam keseharian masyarakat.

Momentum penting hadir pada 2022 saat ia bergabung dengan program Mekaar. Pendampingan dan pelatihan yang diperoleh membukakan akses pameran hingga jejaring lebih luas.

Perjalanannya berlanjut pada 2025 melalui program Mekaarpreneur, inkubasi usaha intensif selama tiga bulan di Bandung.

Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Erwin Syafriadi, menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan menjadi kunci utama agar pelaku usaha memiliki daya saing tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Dari lebih dari 22,9 juta nasabah yang telah diberdayakan hingga Januari 2026, kisah Ibu Ariri dan Ibu Sri menjadi representasi bahwa ketika akses, pembinaan, dan ruang aktualisasi disediakan, perempuan di kampung pun mampu melangkah ke panggung nasional.

Di Cirebon, karya bukan lagi sekadar hasil tangan. Ia adalah simbol perjuangan-bahwa dari sudut kampung, perempuan bisa membawa warisan budaya menembus batas, mengangkat nama daerah, sekaligus menghadirkan kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya.

banner 325x300