CIREBON – Pembangunan pabrik manufaktur sepatu milik PT Victory Chingluh Indonesia di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, terus berjalan sebagai bagian dari investasi berskala besar yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Proyek yang berdiri di atas lahan sekitar 30 hektare itu ditargetkan menjadi salah satu pusat industri alas kaki yang mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja saat mulai beroperasi.
Kuasa Hukum PT Victory Chingluh Indonesia, Supirman, SH, menjelaskan bahwa saat ini pembangunan masih berada pada tahap konstruksi. Penyelesaian proyek diperkirakan membutuhkan waktu antara satu hingga dua tahun, meski perusahaan optimistis target tersebut dapat dicapai lebih cepat apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
“Secara umum pembangunan diperkirakan berlangsung sekitar satu sampai dua tahun. Namun jika seluruh proses berjalan lancar, penyelesaiannya berpeluang lebih cepat dari jadwal yang telah direncanakan,” ujar Supirman usai menghadiri mediasi terkait persoalan dugaan terganggunya fungsi saluran air di kawasan proyek di Kantor Bupati Cirebon, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, investasi tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Cirebon, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dalam jumlah besar. Ketika pabrik telah beroperasi penuh, perusahaan diproyeksikan mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja.
Supirman menegaskan, mekanisme rekrutmen nantinya akan dilakukan sesuai ketentuan yang tertuang dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta regulasi yang berlaku di daerah.
Ia menyebutkan, komposisi tenaga kerja direncanakan mengutamakan masyarakat lokal, yakni sekitar 50 persen berasal dari Desa Gebang Mekar, 30 persen dari desa-desa sekitar, dan 20 persen dari wilayah Kecamatan Gebang.
“Komitmen perusahaan adalah memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen lingkungan dan peraturan yang berlaku,” katanya.
Lebih lanjut, Supirman mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, kepastian hukum dan keterbukaan pemerintah daerah menjadi faktor penting bagi keberlangsungan investasi yang pada akhirnya dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon yang terus menjaga iklim investasi tetap kondusif. Hal ini menjadi modal penting bagi investor untuk menanamkan investasi yang berdampak pada terbukanya lapangan pekerjaan,” ungkapnya.
Terkait mediasi mengenai dugaan terganggunya fungsi saluran air di area pembangunan, pihak perusahaan menyatakan menghormati seluruh proses verifikasi yang sedang dilakukan pemerintah daerah. PT Victory Chingluh Indonesia juga menyatakan siap memenuhi setiap kewajiban yang ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Apabila nantinya berdasarkan hasil verifikasi terdapat kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan sesuai status lahan atau saluran yang ada, kami akan menjalankannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegas Supirman.
Dengan masih berlangsungnya pembangunan proyek tersebut, investasi PT Victory Chingluh Indonesia diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan industri di Kabupaten Cirebon sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat setempat.



















