Cirebon, 18 Juli 2026 – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cirebon resmi dilantik di Ballroom Apita Hotel Cirebon, Sabtu (18/7/2026).
Mengusung tema “Mengokohkan Kepemimpinan Perempuan Fatayat NU yang Mengakar pada Nilai, Tangguh Menghadapi Tantangan Digital,” pelantikan menjadi momentum memperkuat peran perempuan muda Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Pelantikan dihadiri Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, Pimpinan Besar Fatayat NU, Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Barat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pimpinan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Cirebon.
Ketua Pelaksana, Uswatun Hasanah, mengatakan Fatayat NU memiliki posisi strategis sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama yang bertugas mencetak kader perempuan penerus nilai-nilai perjuangan dan moralitas organisasi.
“Fatayat sebagai kader NU adalah komponen yang berhak mewarisi nilai dan moralitas di masa yang akan datang. Kehadirannya menjadi tolok ukur progresivitas peradaban. Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama, Fatayat memikul dua tanggung jawab besar, yaitu sebagai instrumen perjuangan NU dan sebagai organisasi kader. Pada kesempatan pelantikan ini kami mengusung tema ‘Mengokohkan Kepemimpinan Perempuan Fatayat NU yang Mengakar pada Nilai, Tangguh Menghadapi Tantangan Digital’. Kami mengucapkan terima kasih kepada para kiai, nyai, serta seluruh pihak yang telah memberikan doa dan dukungan sehingga rangkaian pelantikan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Uswatun.
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon periode 2025–2030, Najhah Barnamij menegaskan kepengurusan baru berkomitmen menjadikan Fatayat NU sebagai organisasi yang relevan, progresif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pada periode 2025–2030 ini, Fatayat NU Kabupaten Cirebon hadir dengan tekad kuat untuk menjadi organisasi yang relevan, progresif, dan berdampak nyata. Kami tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi akan menggerakkan perubahan itu sendiri mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten,” tegas Najhah.
Najhah menjelaskan kepengurusan periode ini mengusung empat strategi gerakan, yakni Fatayat sebagai pelindung keluarga, motor penggerak perubahan, penjaga nilai-nilai Aswaja, dan wadah pemberdayaan perempuan. Untuk mewujudkan visi tersebut, PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon membawa tiga komitmen utama, yakni berdaya, berkarya, dan berjaya.
Menurutnya, komitmen tersebut akan diwujudkan melalui sejumlah program prioritas yang telah disusun dalam peta jalan organisasi, meliputi penguatan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan pembentukan ranting, perlindungan perempuan dan anak, advokasi lingkungan hidup berkelanjutan, pemberdayaan ekonomi kader, serta penguatan dakwah digital berbasis Aswaja An-Nahdliyah.
Pada kesempatan tersebut, PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon juga menyerahkan bantuan Al-Qur’an Braille kepada penyandang disabilitas sensorik netra melalui Dinas Sosial Kabupaten Cirebon sebagai bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan keagamaan yang inklusif.
Ketua Bidang Pendidikan Pimpinan Pusat Fatayat NU, Nayla Saida Anwar, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi awal pengabdian kader Fatayat NU dalam menghadirkan program-program yang mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Nusantara sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan para masyayikh dan ulama melalui dakwah yang cerdas, inklusif, dan ramah.
“Pelantikan ini adalah awal dari pengabdian dalam melaksanakan hal-hal yang mampu menjawab tantangan zaman. Kabupaten Cirebon memiliki sejarah panjang dalam penyebaran agama Islam, sehingga menjaga warisan para masyayikh dan ulama menjadi tugas utama kita melalui dakwah yang cerdas dan ramah,” ujar Nayla.
Ia menambahkan bahwa slogan dan program kerja yang telah dicanangkan tidak akan terwujud tanpa adanya konsolidasi seluruh elemen organisasi dan dukungan berbagai pihak. Fatayat NU juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pemerataan pendidikan, penguatan ekonomi sosial, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Slogan dan program yang disampaikan tidak akan terwujud jika tidak ada konsolidasi dari berbagai pihak. Fatayat harus mampu membantu pemerintah mewujudkan pendidikan yang merata, ekonomi yang berkeadilan sosial, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat. Sebagai generasi Fatayat NU, kita harus menjadi tonggak yang kokoh dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, merawat generasi muda agar menjadi perempuan yang berdaya dan tangguh, serta bersama-sama mencegah stunting,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, Kiai Aziz Hakim mengingatkan bahwa Fatayat NU sebagai badan otonom harus senantiasa bergerak selaras dengan visi besar PCNU Kabupaten Cirebon. Ia juga mendorong agar penguatan jaringan organisasi hingga tingkat ranting dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kepedulian terhadap isu lingkungan.
“Sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART, Fatayat merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu seluruh langkah dan geraknya harus seirama dengan visi besar PCNU Kabupaten Cirebon. Program membangun jaringan Fatayat hingga tingkat ranting merupakan langkah yang sangat mulia, namun jaringan tersebut juga harus diperkuat dengan kualitas sumber daya manusia. Saya juga mengapresiasi program pemberdayaan anggota dan berharap Fatayat dapat ikut mendorong terwujudnya Kabupaten Cirebon Zero Waste melalui kepedulian lingkungan seluruh kader,” katanya.
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan seperti Fatayat NU.
“Pemerintah tidak akan mampu menjalankan seluruh program pembangunan tanpa dukungan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan seperti Fatayat NU. Saya berharap Fatayat menjadi pelopor perubahan di Kabupaten Cirebon serta terus berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Imron.
Melalui kepengurusan baru, PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon berkomitmen memperkuat kaderisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama yang berakar pada nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah, adaptif terhadap transformasi digital, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, lingkungan hidup, perlindungan perempuan dan anak, serta kemaslahatan umat dan bangsa.
Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, Kiai Wawan Arwani menegaskan bahwa Fatayat NU memiliki peran strategis sebagai organisasi kader yang menjadi tempat menempa lahirnya pemimpin-pemimpin perempuan Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader melalui pendidikan dan pelatihan kepemimpinan harus terus dilakukan agar mampu menjawab dinamika dan tantangan zaman.
“Sebagai organisasi jam’iyah, Fatayat adalah kawah candradimuka. Karena itu, seluruh kader Fatayat NU perlu mendapatkan pelatihan-pelatihan kepemimpinan. Saat ini perempuan harus mampu menjadi pribadi yang berdaya dan berkarya. Peran kedua Fatayat adalah sebagai gerakan. NU Kabupaten Cirebon sangat berharap lebih kepada peran dan khidmat Fatayat dalam memberikan kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat,” ujar KH. Wawan Arwani.
Beliau berharap kepengurusan baru PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon mampu memperkuat kaderisasi, meningkatkan kualitas kepemimpinan perempuan, serta menghadirkan gerakan yang selaras dengan visi besar Nahdlatul Ulama dalam melayani umat dan membangun masyarakat.



















