banner 728x250

Jalan Penghubung Sedong Kidul–Karangwuni Putus Diterjang Banjir, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak

IMG 20260519 WA0002
banner 120x600
banner 468x60

CIREBON – Banjir dengan intensitas tinggi melanda Dusun 3 Nagrak RT 03 RW 08, Desa Sedong Kidul, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, pada Senin malam (18/5/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Hujan deras yang mengguyur dalam waktu lama menyebabkan Sungai Cijurai meluap dan merendam permukiman warga hingga ketinggian mencapai satu meter.

banner 325x300

Dampak banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga mengakibatkan infrastruktur vital penghubung Desa Sedong Kidul dan Desa Karangwuni amblas serta putus sepanjang kurang lebih 40 meter. Jalan tersebut tergerus arus deras sehingga aktivitas transportasi warga lumpuh total.

Sekretaris Desa Karangwuni, Feby Apriyadi, mengatakan air mulai masuk ke rumah warga pada malam hari dan naik dengan cepat hingga merendam sejumlah permukiman.

“Air masuk ke rumah sekitar pukul 19.30 WIB. Cepat sekali naiknya sampai sekitar satu meter. Jalan menuju Karangwuni juga langsung longsor,” ujarnya saat meninjau lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Desa Sedong Kidul tertanggal 19 Mei 2026, banjir menyebabkan kerusakan pada empat rumah warga. Dua rumah mengalami rusak berat milik Barkah dan Ono, sementara dua rumah lainnya mengalami rusak ringan milik Arweti dan Beno.

Selain kerusakan rumah, putusnya jalan utama akibat longsor menyebabkan akses masyarakat terhenti total. Sedikitnya 147 kepala keluarga atau sekitar 387 jiwa terdampak langsung dalam peristiwa tersebut.

Warga Blok Lojikaum, Desa Karangwuni, menjadi wilayah yang paling merasakan dampak karena praktis terisolir akibat terputusnya jalur penghubung utama.

“Jalur ini merupakan akses utama warga menuju Nagrak, Lojikaum hingga Kalimati, Kuningan. Sekarang aktivitas sekolah, bekerja, sampai distribusi logistik warga ikut terganggu,” kata Feby.

Kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta, mencakup kerusakan rumah warga serta infrastruktur yang terdampak.

Pemerintah Desa Karangwuni dan Desa Sedong Kidul langsung bergerak cepat dengan meninjau lokasi pada Selasa pagi. Laporan kejadian juga telah disampaikan kepada pemerintah daerah guna mendapat penanganan lebih lanjut.

Sejumlah langkah darurat telah dilakukan di lapangan, di antaranya pendataan korban terdampak, evakuasi barang milik warga, pembersihan lumpur serta material banjir, hingga pendokumentasian untuk kebutuhan pengajuan bantuan.

Pihak pemerintah desa juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tanah di sekitar lokasi longsor masih labil dan berpotensi mengalami pergerakan.

“Kami mengimbau warga tetap waspada mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi longsor masih labil,” tambahnya.

Hingga Selasa siang, alat berat masih belum diterjunkan ke lokasi. Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat agar akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat dapat kembali dibuka.

banner 325x300