CIREBON – Pemerintah Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, mengapresiasi langkah cepat Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon dalam merespons kondisi Karniah, seorang ibu yang sebelumnya menjadi sorotan publik karena diduga hidup terlantar bersama bayinya. Rabu (29/4/2026).
Sekretaris Desa Beringin, Supriyadi, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan pemerintah melalui Dinsos. Bantuan tersebut berupa paket sembako, kasur, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini Dinsos, yang tanggap merespons dengan memberikan bantuan berupa paket sembako, kasur, selimut, dan lainnya,” ujar Supriyadi.
Ia menjelaskan, pemerintah desa juga telah berupaya maksimal untuk menangani kondisi Karniah dengan mencari solusi tempat tinggal yang lebih layak.
Hasilnya, dalam waktu dekat Karniah akan segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan manusiawi.
Supriyadi menambahkan, proses mediasi telah dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk Muspika Kecamatan Pangenan, tokoh masyarakat, serta pihak keluarga Karniah.
“Mediasi sudah dilakukan dan disaksikan Muspika. Alhamdulillah, ibu Karniah akhirnya sepakat untuk dibangunkan rumah, setelah sebelumnya memang cukup sulit dilakukan mediasi dengan pihak keluarganya,” ungkapnya.
Menurutnya, selama ini persoalan yang dihadapi Karniah juga dipengaruhi konflik internal keluarga.
Namun setelah difasilitasi oleh pemerintah desa dan kecamatan, kini telah tercapai kesepakatan bahwa Karniah dan bayinya dapat kembali diterima oleh keluarga.
“Hasil mediasi bersama pemdes, muspika, tokoh masyarakat, serta ayah kandung dan keluarga lainnya, disepakati bahwa ibu Karniah bersedia dibangunkan tempat tinggal di lahan milik keluarga,” jelas Supriyadi.
Terkait kondisi kesehatan Karniah dan bayinya, Supriyadi mengakui hingga saat ini belum dilakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh.
Namun pihak desa berencana segera berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk memastikan kondisi kesehatan keduanya.
“Untuk kesehatan ibu dan bayi memang belum diperiksa, nanti akan kami upayakan terlebih dahulu ke Puskesmas,” katanya.
Sementara itu, Camat Pangenan, Baihaqi, mengatakan pihaknya bersama unsur terkait telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan menyusul pemberitaan yang berkembang di masyarakat.
Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa Karniah tidak menetap di gazebo seperti yang sempat diberitakan, melainkan hanya kebwtulan berada di lokasi tersebut.
“Bahwa ibu Karniah selama ini tidak tinggal di gazebo, hanya bermain kalau siang hari,” ujar Baihaqi, Rabu (28/4/2026).
Ia menjelaskan, saat ini Karniah diketahui tinggal di teras rumah orang tuanya dan masih memiliki keluarga dekat seperti ayah, paman, dan saudara yang berada di sekitar lokasi.
Lebih lanjut, Baihaqi menegaskan bahwa pihak keluarga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah bagi Karniah, dan yang bersangkutan telah menyatakan kesediaannya.
“Pihak keluarga sudah memberikan lahan untuk membangun rumah,” katanya.
Selama proses pembangunan berlangsung, pemerintah bersama pihak terkait telah menyiapkan tempat tinggal sementara. Salah satu opsi adalah menempatkan Karniah di rumah pamannya, apabila mendapat persetujuan keluarga.
Jika opsi tersebut tidak memungkinkan, pemerintah desa juga telah menyiapkan alternatif lain berupa rumah milik Sekretaris Desa Beringin yang saat ini dalam kondisi kosong.
Sebelumnya, Karniah sempat diberitakan tinggal bersama bayinya di sebuah gazebo dekat dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Beringin selama tujuh bulan terakhir.
Kondisi tersebut memicu keprihatinan publik dan mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah penanganan.
Pemerintah Kecamatan Pangenan memastikan akan terus mengawal proses penyelesaian hingga Karniah dapat menempati rumah yang layak dan aman bersama bayinya.



















