CIREBON – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Cirebon (RSU UMC) kembali menjadi perhatian publik setelah muncul sejumlah keluhan dari pasien dan keluarga pasien terkait pengalaman mereka saat mengakses layanan di rumah sakit tersebut.
Beberapa keluhan yang berkembang di masyarakat antara lain menyangkut lamanya waktu tunggu pelayanan, komunikasi petugas yang dinilai kurang optimal, hingga proses administrasi yang dianggap masih menyulitkan pasien.
Kondisi tersebut memunculkan harapan agar pihak rumah sakit melakukan evaluasi dan pembenahan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
RSU UMC yang berlokasi di Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, selama ini menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang melayani masyarakat Cirebon Timur dan wilayah sekitarnya. Karena itu, kualitas pelayanan yang diberikan menjadi perhatian banyak pihak.
Menanggapi berbagai aspirasi masyarakat tersebut, tokoh masyarakat dan aktivis sosial, R. Hamzaiya, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama setiap institusi kesehatan. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh layanan yang cepat, profesional, serta mengedepankan aspek kemanusiaan.
“Rumah sakit bukan hanya tempat pelayanan medis, tetapi juga tempat masyarakat mencari kepastian dan rasa aman ketika menghadapi masalah kesehatan. Karena itu, kualitas pelayanan harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Hamzaiya mengatakan setiap masukan dan keluhan yang disampaikan masyarakat seharusnya menjadi bahan evaluasi yang konstruktif. Ia menilai, kritik dari masyarakat merupakan bagian dari kontrol sosial yang dapat membantu meningkatkan mutu pelayanan.
Menurutnya, apabila keluhan yang sama terus muncul dalam kurun waktu tertentu, manajemen rumah sakit perlu melakukan peninjauan terhadap sistem pelayanan yang berjalan, termasuk kualitas sumber daya manusia, mekanisme penanganan pengaduan, hingga pelaksanaan standar operasional pelayanan.
“Kami berharap ada langkah konkret untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Tujuannya bukan untuk mencari pihak yang salah, melainkan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dengan pasien maupun keluarga pasien. Dalam kondisi sakit, kata dia, pasien membutuhkan informasi yang jelas, pelayanan yang ramah, serta kepastian terkait proses penanganan yang sedang dijalani.
Lebih lanjut, Hamzaiya mendorong pihak rumah sakit untuk membuka ruang komunikasi dan memberikan penjelasan secara transparan terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi dapat menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik.
“Transparansi merupakan bagian dari akuntabilitas pelayanan publik. Masyarakat tentu ingin mengetahui upaya apa saja yang dilakukan rumah sakit dalam memperbaiki kualitas layanannya,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh pihak, baik manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, pemerintah daerah maupun masyarakat dapat bersama-sama mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kepentingan pasien.
Hingga berita ini ditulis, harapan masyarakat terhadap peningkatan pelayanan di RSU UMC terus mengemuka. Berbagai masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait demi terciptanya pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi warga Kabupaten Cirebon dan sekitarnya.



















