banner 728x250

Jelang Mudik Lebaran 2026, Arus Kendaraan di Tol Kanci–Pejagan Diprediksi Meningkat

20260316 140439
banner 120x600
banner 468x60

CIREBON – PT Semesta Marga Raya (SMR) memperkirakan terjadi peningkatan arus lalu lintas kendaraan menjelang musim mudik Lebaran 2026 di ruas Tol Kanci–Pejagan.

Hingga Sabtu, 15 Maret 2026, tercatat sekitar 60 ribu kendaraan telah melintas di ruas tol tersebut.

banner 325x300

Manajer Operasional PT SMR, Fadli Firmandani, Senin (16/3/2026) menyampaikan bahwa volume kendaraan diperkirakan terus meningkat seiring semakin dekatnya puncak arus mudik Lebaran.

Menurutnya, secara keseluruhan peningkatan lalu lintas selama periode H- hingga H+ Lebaran diperkirakan mencapai sekitar dua persen dibandingkan kondisi normal.

“Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan yang melintas sekitar 11 ribu unit,” ujar Fadli.

Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan yang melintas diprediksi mencapai sekitar 110 ribu kendaraan.

Layanan Pendukung Disiapkan

Dalam menghadapi lonjakan kendaraan selama musim mudik, PT SMR telah menyiapkan sejumlah fasilitas dan layanan pendukung guna memastikan kelancaran lalu lintas di ruas Tol Kanci–Pejagan.

Beberapa layanan yang disiapkan antara lain kendaraan patroli, mobil derek, ambulans, serta dukungan dari Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Barat dan Polda Jawa Tengah.

Hal ini dilakukan karena ruas Tol Kanci–Pejagan berada di perbatasan dua wilayah hukum kepolisian.

“Kami menyiapkan berbagai fasilitas layanan untuk membantu pengguna jalan jika terjadi kendala selama perjalanan,” jelasnya.

Diskon Tarif Tol untuk Kurangi Kepadatan

Selain menyiapkan layanan operasional, PT SMR juga memberikan potongan tarif tol sebesar 30 persen bagi kendaraan yang melintas dari Gerbang Tol Cikampek hingga Kalikangkung.

Potongan tarif tersebut berlaku pada 15 dan 16 Maret 2026 untuk arus mudik, serta pada 26 dan 27 Maret 2026 untuk arus balik.

Menurut Fadli, kebijakan diskon tarif tersebut merupakan salah satu strategi untuk mengurai kepadatan kendaraan agar tidak terpusat pada puncak arus mudik.

“Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi potensi penumpukan kendaraan pada puncak arus mudik tanggal 18 Maret,” katanya.

Rest Area Dibatasi 30 Menit

Untuk mengantisipasi kepadatan di rest area, pihak pengelola tol juga memberlakukan pembatasan waktu istirahat maksimal selama 30 menit bagi kendaraan yang berhenti.

Kapasitas parkir di rest area Tol Kanci–Pejagan jalur A di KM 228 diketahui mampu menampung sekitar 214 kendaraan kecil dan 50 kendaraan besar.

Sementara di jalur B tersedia ruang parkir untuk sekitar 226 kendaraan kecil dan 30 kendaraan besar.

Para pemudik diimbau dapat memanfaatkan waktu istirahat secara bijak agar tidak menimbulkan antrean kendaraan di area parkir.

Pemudik Diminta Persiapkan Kendaraan

PT SMR juga mengingatkan para pemudik agar mempersiapkan kondisi kendaraan serta fisik pengemudi sebelum melakukan perjalanan jauh.

Kondisi ban dan ketersediaan bahan bakar menjadi faktor penting untuk menunjang keamanan perjalanan.

Selain itu, pengguna jalan tol diminta memastikan saldo kartu elektronik (e-toll) mencukupi sebelum memasuki gerbang tol agar proses transaksi berjalan lancar.

Sebagai langkah antisipasi kondisi darurat, PT SMR juga menyiapkan kendaraan derek dengan tangki air berkapasitas 2.000 liter serta kendaraan patroli yang membawa cadangan air sekitar 1.000 liter untuk penanganan awal kebakaran.

“Berbagai persiapan telah kami lakukan, termasuk menyiagakan personel dan melakukan observasi di lapangan untuk memastikan perjalanan pemudik di ruas Tol Kanci–Pejagan tetap aman, lancar, dan nyaman,” pungkas Fadli.

banner 325x300