banner 728x250

Banjir Berulang, Warga Cibogo Pasang Spanduk Protes Desak PSDA Provinsi

IMG 20260311 WA0032
banner 120x600
banner 468x60

CIREBON – Banjir yang terus berulang di Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon memicu kekecewaan warga. Sejumlah masyarakat terdampak banjir memasang spanduk protes di beberapa titik strategis desa sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pihak terkait agar segera melakukan penanganan serius terhadap saluran irigasi Ambit yang dinilai menjadi penyebab utama banjir. Aksi tersebut dilakukan pada Rabu (11/3/2026).

Pemasangan spanduk dilakukan setelah banjir kembali melanda wilayah tersebut akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi.

banner 325x300

Air dari aliran irigasi Ambit meluap dan masuk ke permukiman warga sehingga menyebabkan sejumlah rumah terendam serta mengganggu aktivitas masyarakat.

Warga menilai kondisi saluran irigasi Ambit saat ini sudah mengalami pendangkalan akibat sedimentasi yang cukup tinggi.

Akibatnya, kapasitas saluran berkurang sehingga tidak mampu menampung debit air ketika hujan deras turun.

Kondisi tersebut terutama terjadi pada titik BBO 5 hingga BBO 6 yang disebut-sebut sudah lama membutuhkan penanganan melalui normalisasi.

Aktivis Cirebon Timur, R. Hamzaiya, S.Hum, mengatakan kondisi tersebut membuat masyarakat merasa tidak memiliki kepastian mengenai penanganan banjir yang mereka alami.

Menurutnya, warga sebenarnya memahami bahwa setiap pekerjaan infrastruktur membutuhkan proses administrasi serta perencanaan teknis.

Namun demikian, masyarakat berharap adanya langkah percepatan ataupun penanganan sementara agar risiko banjir dapat diminimalkan sebelum normalisasi benar-benar dilaksanakan.

“Yang diharapkan masyarakat sebenarnya sederhana, yaitu adanya perhatian serius dan langkah nyata agar persoalan ini tidak terus berulang. Jika memang normalisasi membutuhkan waktu, setidaknya ada langkah darurat atau penanganan sementara agar masyarakat tidak terus berada dalam ancaman banjir setiap kali hujan turun,” ujar Hamzaiya.

Menurutnya, pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk aspirasi warga yang ingin menyampaikan pesan kepada pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan sumber daya air, yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung serta Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat, agar persoalan banjir di wilayah tersebut segera mendapatkan perhatian serius.

Normalisasi Irigasi Belum Terealisasi

Sebelumnya, banjir juga melanda Desa Cibogo pada Selasa (10/3/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga malam hari.

Warga kembali menghadapi genangan air yang diduga kuat dipicu tingginya sedimentasi di saluran irigasi yang hingga kini belum dinormalisasi.

Kuwu Desa Cibogo, Ahmad Hudori, menyebut saluran sekunder Cibogo di titik BBO 5 hingga BBO 6 merupakan bagian dari Bendung Daerah Irigasi (DI) Ambit Surakatiga di Kecamatan Waled.

Menurutnya, kondisi saluran saat ini sudah mengalami pendangkalan yang cukup parah sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.

“Kami dari pemerintah desa sudah berkali-kali mengajukan permohonan normalisasi karena sedimentasi di saluran sekunder Cibogo BBO 5 sampai BBO 6 itu sudah sangat tinggi,” kata Hudori.

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat ada rencana normalisasi yang disebut akan dilaksanakan pada 10 Maret.

Namun hingga kini rencana tersebut belum juga terealisasi tanpa penjelasan yang jelas kepada pemerintah desa maupun masyarakat.

“Katanya akan dilakukan normalisasi tanggal 10 kemarin, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya. Kami juga tidak tahu kenapa sampai sekarang belum dilakukan,” ujarnya.

Menurut Hudori, lambannya penanganan tersebut berdampak langsung terhadap masyarakat. Setiap hujan dengan intensitas tinggi turun, saluran irigasi tidak mampu menampung aliran air sehingga meluap dan menyebabkan banjir.

“Kalau kondisi sedimentasi seperti ini terus dibiarkan tanpa normalisasi, setiap hujan deras pasti banjir lagi. Yang dirugikan tentu masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Desa Cibogo berharap pihak PSDA Provinsi Jawa Barat dan instansi terkait segera melakukan normalisasi saluran irigasi Ambit. Langkah tersebut dinilai mendesak untuk mencegah banjir yang terus berulang dan meresahkan masyarakat.

“Semoga setelah kejadian ini ada perhatian serius dari pihak terkait untuk segera melakukan normalisasi, terutama di saluran wilayah BBO 5 sampai BBO 7 yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Yayan yang disebut sebagai mantri pengairan wilayah Ambit di bawah Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi.

banner 325x300