CIREBON – Konsisten dan komitmen kawal pengesahan Peraturan Darah (Perda) Bahaya LGBT di Kota Cirebon, Satgas Pemuda Anti LGBT terus gencarkan edukasi dan sosialisasi di tempat hiburan malam, kedai kopi maupun tempat umum, Sabtu (7/11/2026) malam.
Satgas Pemuda Anti LGBT bersama Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dispora, KPA, Kemenag Kota Cirebon, KNPI, Karang Taruna dan perwakilan OKP.
Seperti malam-malam Minggu sebelumnya, Satgas Anti LGBT bersama jajaran Satgas Pemuda kembali turun langsung ke sejumlah titik keramaian di Kota Cirebon, khususnya kawasan jalanan dan kafe, untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi, edukasi, serta memberikan imbauan kepada masyarakat.
“Kegiatan ini bukan semata-mata untuk melakukan pengawasan, melainkan sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap kondisi sosial dan lingkungan masyarakat Kota Cirebon,” ujar Koordinator Satgas Anti LGBT Kota Cirebon Agung Prasetia.
Pihaknya juga ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum, menghormati norma sosial, menciptakan lingkungan yang aman, serta membangun pergaulan yang sehat dan bertanggung jawab.
“Kami tegaskan, bahwa setiap kegiatan Satgas ini mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan persuasif. Tidak boleh ada tindakan intimidasi, persekusi, kekerasan, maupun diskriminasi terhadap siapa pun,” ungkapnya.
Perbedaan, kata Agung, bukan alasan untuk merendahkan martabat seseorang. Kita ingin membangun Kota Cirebon yang tertib, aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan dan masa depan generasi muda Kota Cirebon,” terangnya.
Satgas Pemuda hadir bukan untuk mencari musuh di tengah masyarakat. Pihaknya hadir untuk membangun kesadaran, mengajak masyarakat menjaga ketertiban, mengajak seluruh orang tua untuk mengawasi pergaulan anak – anaknya, dan memastikan Kota Cirebon menjadi ruang yang aman, nyaman, serta menghargai martabat setiap warganya.
“Kedepan, kami juga akan melakukan edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Karena ini penting untuk dilakukan, tentu dengan dukungan semua pihak agar Peraturan Daerah bisa segera disahkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Cirebon Diky Dikrurrahman yang turut hadir mendukung penuh langkah Satgas Anti LGBT di Kota Cirebon. Karena LGBT sangat berbahaya jika dibiarkan di Kota Cirebon, edukasi dan sosialisasi khususnya dikalangan remaja harus terus digencarkan.
“Kita mendukung penuh kegiatan Satgas Anti LGBT, edukasi dan sosialisasi harus terus digencarkan dengan dukungan semua pihak, khususnya pemangku kebijakan,” ujarnya.
Diky juga mendesak agar Pertautan Daerah Bahaya LGBT di Kota Cirebon segera di buat dan disahkan. Hal ini untuk melindungi generasi muda di Kota Cirebon akan bahaya LGBT.
“Kami mendesak Pemkot dan DPRD agar lebih serius untuk segera mengambil langkah dengan menyusun Peraturan Darah Bahaya LGBT untuk melindungi generasi muda di masa yang akan datang,” tegasnya.


















