CIREBON – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI mengalokasikan program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 untuk 2.000 masyarakat Kabupaten Cirebon.
Program dengan estimasi nilai bantuan mencapai Rp10 miliar tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus membuka peluang kerja dan wirausaha.
Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., saat membuka Pelatihan Vokasi Nasional Wilayah Cirebon Tahun 2026, Jumat 6 November 2026.
Pada pembukaan tersebut, sebanyak 300 peserta hadir dari total kuota 2.000 orang yang disiapkan untuk Kabupaten Cirebon.
Yassierli menjelaskan, durasi pelatihan bervariasi mulai dari lima hari, dua minggu, hingga satu bulan. Dengan biaya rata-rata pelatihan sekitar Rp5 juta per peserta, total dukungan pemerintah untuk program tersebut diperkirakan mencapai Rp10 miliar.
“Jadi hari ini hadir 300 dari total 2.000 paket atau kuota pelatihan untuk masyarakat Kabupaten Cirebon. Biaya pelatihannya Rp3 juta sampai Rp7 juta. Kalau dirata-ratakan Rp5 juta, berarti bantuan dari Kemenaker senilai kurang lebih Rp10 miliar,” ungkapnya.
Ia mengatakan, secara nasional Kemenaker tahun ini meningkatkan kapasitas pelatihan vokasi hingga 340 ribu orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 70 ribu peserta.
Program pelatihan vokasi diberikan secara gratis. Peserta juga mendapatkan uang transportasi, makan siang, asuransi, instruktur berpengalaman, serta fasilitas pelatihan yang mendukung proses pembelajaran.
Terdapat 32 kejuruan yang ditawarkan, di antaranya reparasi AC, pembuatan kue, menjahit, otomotif, perbengkelan, permesinan, dan hospitality.
Menurut Yassierli, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan menyiapkan tenaga kerja untuk memasuki perusahaan, tetapi juga mendorong peserta agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui usaha mandiri.
Ia mencontohkan keberhasilan peserta pelatihan reparasi AC di Medan yang setelah mengikuti pelatihan selama satu bulan mampu membuka usaha sendiri hingga memiliki 18 karyawan.
“Harapan saya, para peserta yang sudah mendapatkan kesempatan ini bisa menggunakannya sebaik-baiknya. Pastikan setelah mengikuti pelatihan, adik-adik semua benar-benar menguasai keterampilan sehingga memiliki bekal yang lebih baik untuk bekerja maupun berwirausaha,” katanya.
Yassierli juga mengungkapkan, berdasarkan evaluasi Kemenaker, sekitar 50 persen peserta pelatihan vokasi telah terserap langsung di tempat kerja.
Ia berharap pelaksanaan program di Kabupaten Cirebon mendapat respons positif sehingga peluang penambahan kuota pada tahun berikutnya dapat dipertimbangkan.
Selain itu, Yassierli menegaskan bahwa kesempatan memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang layak merupakan hak seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas. Karena itu, kelompok disabilitas juga didorong untuk meningkatkan kompetensi agar memiliki kesempatan yang sama dalam dunia kerja.
Sementara itu, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, atas dukungan program pelatihan vokasi di Kabupaten Cirebon.
Menurut Imron, tantangan ketenagakerjaan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan proses produksi, dan persaingan dunia kerja. Karena itu, tenaga kerja harus memiliki keterampilan, kompetensi, dan produktivitas sesuai kebutuhan pasar.
“Kami menyambut baik pelaksanaan program ini sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh keterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai bidang pelatihan yang diberikan mencerminkan potensi ekonomi masyarakat Kabupaten Cirebon. Mulai dari pemanfaatan teknologi digital, pengembangan industri kreatif, keterampilan menjahit, pengolahan pangan, produk kuliner, jasa, pertanian modern, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Imron berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal masyarakat untuk meningkatkan daya saing, memperoleh pekerjaan, serta mengembangkan usaha secara mandiri dan produktif.
“Kepada seluruh peserta pelatihan, saya berpesan agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh semangat. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, tingkatkan kemampuan, dan jadikan keterampilan yang diperoleh sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” pesannya.
Ia juga berharap lembaga penyelenggara, instruktur, serta mitra dunia usaha dan industri mengutamakan kualitas pelatihan dan keterampilan praktis yang benar-benar dibutuhkan di lapangan.
Melalui program tersebut, Pemkab Cirebon berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kompetensi dan akses terhadap pekerjaan lebih baik sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan serta mengurangi pengangguran di Kabupaten Cirebon.


















