CIREBON – Lomba Foto Cirebon Power memasuki satu dekade perjalanan dengan menghadirkan tema spesial, “Dari Cirebon untuk Indonesia”. Pada penyelenggaraan tahun 2026, antusiasme peserta meningkat dengan total 638 karya foto yang diterima dari fotografer asal Cirebon maupun luar daerah.
Memasuki usia satu dekade, lomba foto yang rutin digelar Cirebon Power setiap tahun ini tidak hanya menjadi wadah kreativitas bagi para fotografer, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya, potensi wisata, dan ciri khas Cirebon kepada masyarakat luas.
Stakeholder Relation Manager Cirebon Power, Petrus Sihono, mengatakan bahwa penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum istimewa karena menandai perjalanan panjang lomba foto yang telah mendapatkan respons positif dari masyarakat.
“Lomba foto ini perjalanannya sudah cukup lama dan tahun ini adalah tahun spesial karena perjalanan menginjak satu dekade. Tema lomba foto ini juga kami pilih yang spesial, yaitu ‘Dari Cirebon untuk Indonesia’,” ujar Petrus, Jumat 23 Oktober 2026.
Menurut Petrus, tingginya jumlah karya yang masuk menjadi bukti antusiasme peserta terhadap ajang fotografi tersebut. Sebanyak 638 foto yang diterima menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengabadikan berbagai potensi dan keunikan Cirebon melalui karya visual.
“Peminatnya sangat luar biasa dibanding lomba sebelumnya, bahkan meningkat hampir 100 persen dari tahun lalu. Ada sebanyak 638 foto yang diterima dan pesertanya berasal dari Cirebon dan luar Cirebon.” katanya.
Petrus menegaskan, Cirebon Power berkomitmen untuk terus mendukung kreativitas masyarakat melalui kompetisi fotografi ini. Ia berharap lomba tersebut dapat terus diselenggarakan dengan kualitas yang semakin baik, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya yang mampu mengangkat identitas daerah.
“Harapan kami Cirebon Power akan terus mendukung kreativitas dari masyarakat terkait perlombaan foto. Kami berharap lomba foto ini bisa terus kita lanjutkan dan kita adakan semakin lebih baik,” ungkapnya.
Fotografer profesional sekaligus juri lomba, Barry Kusuma, mengungkapkan bahwa proses penilaian Lomba Foto Cirebon Power 2026 menjadi tantangan tersendiri. Banyaknya karya yang masuk dengan beragam ide dan pendekatan visual membuat tim juri harus lebih cermat menentukan foto terbaik.
Menurut Barry, penilaian tidak hanya berfokus pada keindahan visual, tetapi juga kesesuaian karya dengan tema, kekuatan cerita atau storytelling, aspek teknis, serta ketepatan dalam menangkap momen.
“Tantangannya dalam menilai, yang pertama, kita harus mencari yang sesuai dengan tema. Terus juga storytelling-nya, secara teknis dan momennya juga dapat,” jelas Barry.
Ia menuturkan, jumlah karya peserta tahun ini termasuk yang terbanyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Kondisi tersebut menghadirkan banyak pilihan foto menarik sekaligus menuntut juri untuk memilih karya yang memiliki nilai cerita kuat.
“Karya yang masuk tahun ini termasuk yang paling banyak jumlahnya. Itu cukup menantang karena banyak banget variasi, banyak banget foto-foto yang bagus dan menginspirasi,” katanya.
Ia berharap karya-karya pemenang dapat memberikan perspektif baru kepada masyarakat mengenai Cirebon, sekaligus membangkitkan ketertarikan untuk berkunjung dan mengenal lebih dekat potensi daerah tersebut.
“Foto-foto pemenang ini diharapkan bisa membuat orang-orang yang melihat menjadi lebih tahu tentang Cirebon lebih banyak dan juga ingin berkunjung ke sini,” tutur Barry.
Apresiasi terhadap konsistensi penyelenggaraan lomba foto juga disampaikan Imam Baehaqi, salah seorang peserta dari kalangan jurnalis yang kembali meraih prestasi pada kompetisi tahun ini.
Imam mengaku bersyukur karena Cirebon Power telah menyediakan ruang bagi para jurnalis untuk mengembangkan kemampuan fotografi sekaligus memacu kreativitas melalui kompetisi yang rutin digelar setiap tahun.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan terima kasih juga kepada Cirebon Power sudah memberikan ruang untuk berkreasi, khususnya kepada teman-teman jurnalis di Cirebon. Ini akhirnya bisa memotivasi untuk meningkatkan skill atau kemampuan fotografi karena ada wadahnya melalui lomba dari Cirebon Power ini yang rutin dilaksanakan setiap tahun,” ungkap Imam.
Baginya, lomba foto tersebut bukan hanya menjadi ajang untuk memperebutkan penghargaan, tetapi juga kesempatan untuk terus belajar, mengasah kemampuan, dan menghasilkan karya jurnalistik yang lebih berkualitas.
Imam mengungkapkan, dirinya telah mengikuti lomba foto Cirebon Power sebanyak lima kali. Dari keikutsertaan tersebut, ia beberapa kali berhasil meraih penghargaan dengan kategori juara pertama, kedua, dan ketiga.
“Untuk tahun ini Cirebon Power sudah satu dekade, artinya sudah tahun ke-10. Saya sudah ikut lima kali dan alhamdulillah empat kali sudah pernah mendapatkan juara, dari juara tiga, juara dua, juara satu, dan alhamdulillah sekarang juara dua lagi,” katanya.



















